RI Tegaskan Pentingnya Ketahanan Nasional dalam Pertemuan G20 di AS

Listen to this article
Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Arrmanatha Nasir menghadiri sesi pleno pada pertemuan tingkat Menlu G20 di Atlanta, Amerika Serikat, pada 30–31 Oktober 2026. (ds/ANTARA/HO-Kemlu RI.)

 

DINAMIKA SULTRA.COM, JAKARTA – Indonesia menegaskan pentingnya memperkuat ketahanan nasional sebagai fondasi ketahanan kawasan dan global dalam pertemuan tingkat Menteri Luar Negeri (Menlu) G20 di Atlanta, Amerika Serikat.

 

Menteri Luar Negeri RI Arrmanatha Nasir mengatakan ketahanan nasional, kawasan, dan global merupakan aspek yang saling berkaitan sehingga membutuhkan kerja sama multilateral yang efektif.

 

“Ketahanan nasional memperkuat ketahanan kawasan, yang pada gilirannya memperkuat ketahanan global,” demikian pesan utama Indonesia yang disampaikan Arrmanatha, menurut keterangan tertulis Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI yang dikonfirmasi di Jakarta, Ahad.

 

Dalam pertemuan G20 yang berlangsung pada 30–31 Oktober tersebut, Arrmanatha mengikuti tiga sesi pleno yang membahas isu geopolitik, energi, dan rantai pasok, menurut Kemlu RI.

 

Pada sesi pleno geopolitik, Menlu RI menyoroti konflik antarnegara yang berdampak besar terhadap negara-negara berkembang, termasuk Indonesia. Untuk mengatasi persoalan tersebut, dia menyerukan semua pihak agar mengupayakan deeskalasi konflik, mengedepankan dialog, dan membangun kerja sama yang positif.

 

Indonesia juga menekankan pentingnya menghormati Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut (UNCLOS) 1982 sebagai landasan hukum internasional yang menjamin kebebasan navigasi.

 

Dalam sesi energi, Arrmanatha menegaskan bahwa ketahanan energi merupakan bagian dari ketahanan nasional. Karena itu, Indonesia terus memperkuat kemandirian energi melalui penerapan program biodiesel B50 dan pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt (GW).

 

“Krisis harus mempercepat transisi energi, bukan justru membalikkannya,” kata Menlu RI.

 

Sementara itu, dalam sesi pleno mengenai rantai pasok, Indonesia menekankan pentingnya menjaga kepastian rantai pasok global sekaligus memperkuat sistem perdagangan multilateral. Untuk mendukung upaya tersebut, Arrmanatha mengusulkan penguatan kesiapsiagaan serta penyediaan pembiayaan jangka panjang dengan biaya terjangkau.

 

Dia juga menilai rantai pasok global perlu memiliki lebih banyak pusat produksi, terutama di negara-negara berkembang. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat kemitraan teknologi yang memberikan manfaat bagi negara berkembang.

 

Selain mengikuti sesi pleno, Menlu RI menggelar sejumlah pertemuan bilateral dengan para menteri luar negeri dari Turkiye, Rusia, Inggris, Kanada, Arab Saudi, dan sejumlah negara sahabat lainnya.

 

Kemlu RI menyatakan pertemuan tingkat menteri luar negeri G20 tersebut merupakan bagian dari rangkaian agenda Presidensi Amerika Serikat di G20, yang akan mencapai puncaknya melalui Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Miami pada Desember 2026.(ds/Antara)

Baca Juga !
Tinggalkan komentar