TNI AU Perkuat Pertahanan Udara dengan Skuadron Tempur di Sultra

Listen to this article
Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI M. Tonny Harjono saat diwawancarai di Kendari, Sulawesi Tenggara, Senin (27/4/2026). (Ist)

 

DINAMIKA SULTRA.COM, KENDARI – Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) memperkuat pertahanan udara nasional sekaligus modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) dengan menempatkan skuadron pesawat tempur di wilayah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

 

Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI M. Tonny Harjono saat ditemui di Kendari, Senin, mengatakan bahwa penempatan kekuatan udara tersebut rencananya akan dipusatkan di Pangkalan Udara (Lanud) Haluoleo.

 

“Kami memilih wilayah Sultra karena posisinya sangat strategis bagi Angkatan Udara, yang dapat diibaratkan sebagai gerbang menuju wilayah Indonesia Timur,” kata Tonny Harjono usai menghadiri kegiatan Semarak Dirgantara di eks MTQ Kendari.

 

Ia menjelaskan bahwa rencana tersebut saat ini masih dalam tahap persiapan dan pembahasan mendalam, termasuk mengenai spesifikasi jenis pesawat tempur berteknologi terbaru yang akan disiagakan.

 

Selain kehadiran skuadron tempur, TNI AU juga berencana memperkuat satuan Komando Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat) serta menambah jumlah personel secara signifikan di wilayah Sulawesi Tenggara.

 

Marsekal Tonny menegaskan, dalam pengembangan kekuatan ini, TNI AU berkomitmen memberdayakan sumber daya manusia (SDM) lokal. Putra-putri terbaik daerah akan diberikan prioritas untuk bergabung menjadi prajurit dan nantinya diprioritaskan untuk mengabdi kembali di daerah asal.

 

“Kami ingin ke depan satuan tempur semakin lengkap, personel bertambah, dan masyarakat lokal turut berperan aktif dalam pengabdian di TNI AU,” ujarnya.

 

Sementara itu, Gubernur Sultra Andi Sumangerukka menyatakan dukungannya terhadap rencana tersebut. Menurutnya, pengembangan pangkalan udara ini akan berdampak positif pada peningkatan konektivitas daerah.

 

Ia berharap peningkatan fasilitas pangkalan TNI AU ini dapat sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam mendorong status pangkalan udara menjadi berskala internasional, sehingga membuka akses Sultra ke jaringan global.

 

“Kehadiran fasilitas ini diharapkan mampu membuka akses Sultra ke dunia luar, baik dari sisi pertahanan maupun transportasi udara,” ungkap Andi Sumangerukka.

 

Ia menambahkan, kolaborasi ini merupakan bentuk kepercayaan pemerintah pusat terhadap potensi Sultra, yang diharapkan tidak hanya memperkuat kedaulatan udara tetapi juga memicu kemajuan di berbagai sektor strategis lainnya.(ds/Ono)

Baca Juga !
Tinggalkan komentar