Buruh Wanita Asal Cirebon Suarakan Aspirasi dalam May Day di Monas

Listen to this article
Rombongan buruh wanita asal Cirebon, Jawa Barat, menempuh perjalanan sejauh 241 kilometer dari Cirebon menuju Monas, Jakarta Pusat, demi menyuarakan aspirasi mereka dalam peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026, Jumat (1/5/2026). (ds/ANTARA/Risky Syukur.)

 

DINAMIKA SULTRA.COM, JAKARTA – Sekelompok buruh wanita asal Cirebon, Jawa Barat, menempuh perjalanan sejauh 241 kilometer dari Cirebon menuju Monas, Jakarta Pusat, demi menyuarakan aspirasi mereka dalam peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026.

 

Salah satunya, yaitu Vania Aulia Dewi. Ia mengatakan perusahaan tempatnya bekerja memang mendukung peringatan Hari Buruh Internasional.

 

“Kami berangkat dari Cirebon 10 bus. Satu busnya tuh 30-an lebih lah (buruh). Semua PT yang ikut itu datangkan 900 orang. Satu PT sekitar 350 orang. Memang ada agenda sih dari perusahaan gitu,” kata Vania di kawasan Monas, Jumat.

 

Bersama rekan-rekan buruh lainnya, ia melakukan konvoi dari Cirebon dengan menggunakan armada bus yang difasilitasi kantor.

 

Ia mengaku ingin menyuarakan hak-hak pekerja, khususnya pekerja perempuan dalam acara peringatan May Day kali ini.

 

“Lebih (ingin menyuarakan) ke hak-hak para pekerja, sih, khususnya perempuan, banyak yang belum dapat, kayak hari libur, terus kenaikan gaji juga,” ungkap Vania.

 

Lebih lanjut, Vania menceritakan untuk dapat pergi berlibur, ia harus mengambil lembur terlebih dahulu agar memiliki jatah pelesiran.

 

“Cukup-cukup aja. Cukup, tapi cari lemburan dulu. Liburannya di Jakarta,” ujar Vania.

 

Gaji tak cukup beli “skincare”

 

Sementara itu, rekan Vania, Elly, mengungkapkan gaji setara upah minimum regional (UMR) yang diterimanya saat ini belum mampu memenuhi biaya kebutuhan perawatan diri.

 

“Kurang, ah, setiap tahun kan skincare nambah mahal. Apalagi, ditambah bahan pokok juga, buat perawatan kurang lah,” ungkap Elly.

 

Ia pun mengaku harus cermat dalam mengatur pengeluaran agar tetap dapat memenuhi kebutuhan perawatan diri, termasuk membeli skincare.

 

“Ya, kurang, lah. Jadi, kita juga harus pintar-pintar nge-budget uang UMR Cirebon supaya bisa beli skincare,” tutur Elly.

 

Terkait besaran pengeluarannya untuk kebutuhan skincare, ia menyebut tidak ada jumlah yang pasti.

 

“Nggak pasti, sih (pengeluaran untuk beli skincare),” kata Elly.

 

Sebagai informasi, berdasarkan data dari laman Dinas Tenaga Kerja Kota Cirebon, Upah Minimum Kota (UMK) Cirebon Tahun 2026 ditetapkan sebesar Rp2.878.646.

 

Sementara itu, UMK Kabupaten Cirebon tahun 2026 ditetapkan sebesar Rp2.880.797,86, naik dari tahun sebelumnya sebesar Rp2.681.382,45. (ds/Antara)

Baca Juga !
Tinggalkan komentar