Bawaslu ‘Goes to School’ Edukasi Demokrasi kepada Pemilih Pemula

Listen to this article
Kegiatan Bawaslu goes to school di salah satu SMK wilayah Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta. (ds/ANTARA/HO-Bawaslu Bantul)

 

DINAMIKA SULTRA.COM, BANTUL – Badan Pengawas Pemilu Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, melakukan kegiatan Bawaslu goes to school atau kunjungan ke sekolah sebagai upaya memberikan edukasi demokrasi kepada pemilih pemula atau pelajar.

 

“Kami intensif melakukan kegiatan edukasi demokrasi kepada pemilih pemula di masa post electoral, salah satunya dengan kegiatan Bawaslu goes to School,” kata Ketua Bawaslu Bantul Didik Joko Nugroho di Bantul, Minggu.

 

Menurut dia, kegiatan Bawaslu goes to School yang berkolaborasi dengan Balai Pendidikan Menengah Bantul tersebut merupakan bagian dari konsolidasi demokrasi dengan sasaran pemilih pemula.

 

Dia mengatakan, bentuk kegiatannya yaitu Bawaslu menjadi pembina upacara di masing-masing sekolah khususnya SMA dan SMK di Bantul. Sejauh ini kegiatan sudah berlangsung secara rutin tiap minggu secara bergantian di sekolah jenjang tersebut.

 

“Pada saat menjadi Pembina upacara ini, Ketua dan Anggota Bawaslu menyampaikan pesan kepada para siswa berkaitan dengan penguatan demokrasi utamanya yang berkaitan dengan peran strategis pemilih pemula,” katanya.

 

Sementara itu, Koordinator Divisi Humas dan Partisipasi Masyarakat Bawaslu Bantul Dewi Nurhasanah mengatakan, pada 2026 sudah dijadwalkan nantinya Bawaslu goes to School membidik ke 40 sekolah SMA dan SMK.

 

“Selanjutnya program ini akan berlanjut kembali di tahun berikutnya sampai dengan nanti menjelang masuk ke tahapan Pemilu 2029,” katanya.

 

Dia mengatakan, para siswa yang notabene pemilih pemula akan diingatkan hak konstitusi sebagai pemilih.

 

Selain itu para siswa juga akan diberikan pemahaman tentang musuh-musuh demokrasi seperti politik uang, hoaks, ujaran kebencian serta sikap apatis terhadap pemilu dan demokrasi.

 

“Yang tidak kalah pentingnya para siswa juga akan diajak untuk aktif sebagai pengawas partisipatif dalam setiap peristiwa demokrasi. Berani menolak praktik politik uang dan tidak menyebarkan hoaks di kalangan pemilih pemula,” katanya.

 

Kepala Balai Pendidikan Menengah Bantul Ismunardi mengatakan dalam kegiatan Bawaslu goes to School harapannya sekolah pro aktif. Sebab, program ini diharapkan dapat menambah wawasan siswa tentang politik, pemilu dan demokrasi di Indonesia.

 

“Melalui kegiatan ini pula diharapkan siswa SMA dan SMK di Bantul dapat menjadi pemilih yang cerdas dan kritis pada saat Pemilu dan Pilkada mendatang,” katanya.(ds/Antara)

Baca Juga !
Tinggalkan komentar