Kemendag Perkuat Kontribusi UMKM Terhadap Ekspor Nasional

Listen to this article
Arsip foto – Perajin membuat tas anyaman pandan untuk diekspor ke Maladewa dan Malaysia di rumah produksi Sang Bamboo, Kota Malang, Jawa Timur, Selasa (26/5/2026). (ds/ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto)

 

DINAMIKA SULTRA.COM, JAKARTA – Kementerian Perdagangan (Kemendag) terus memperkuat berbagai program pendampingan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar mampu berkontribusi lebih besar terhadap ekspor nasional sekaligus menjadi eksportir yang berdaya saing di pasar global.

 

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (Dirjen PEN) Kemendag Fajarini Puntodewi mengatakan UMKM merupakan salah satu fokus utama pemerintah dalam pengembangan ekspor nasional.

 

Karena itu, Kemendag menjalankan berbagai program yang mencakup peningkatan kapasitas pelaku usaha, penyediaan informasi pasar, fasilitasi akses pasar, hingga promosi di pasar internasional.

 

“UMKM merupakan salah satu fokus utama dalam pengembangan ekspor nasional,” ujar Puntodewi.

 

 

 

Puntodewi menyampaikan pada tahap awal Kemendag memberikan pendampingan melalui Export Coaching Program (ECP), pelatihan, workshop, dan klinik ekspor.

 

Program tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman pelaku usaha mengenai prosedur ekspor, persyaratan di negara tujuan, strategi pemasaran internasional, hingga penyusunan dokumen ekspor.

 

Selain meningkatkan kapasitas pelaku usaha, Kemendag juga menyediakan informasi pasar dan intelijen bisnis yang meliputi kajian pasar, tren produk, peluang ekspor, serta regulasi dan persyaratan teknis di negara tujuan.

 

Informasi tersebut diharapkan dapat menjadi dasar bagi pelaku UMKM dalam menyusun strategi ekspor yang lebih tepat sasaran.

 

Untuk memperluas akses pasar, Kemendag memfasilitasi kegiatan penjajakan bisnis antara pelaku usaha Indonesia dengan calon pembeli dari berbagai negara, baik secara luring maupun daring. Kegiatan tersebut didukung oleh jaringan Perwakilan Perdagangan Indonesia di luar negeri.

 

Promosi produk UMKM juga terus diperkuat melalui partisipasi pada berbagai pameran internasional, penyelenggaraan Trade Expo Indonesia (TEI), misi dagang, serta beragam kegiatan promosi di pasar-pasar potensial.

 

Di sisi digital, Kemendag mengembangkan platform InaExport sebagai sarana promosi yang mempertemukan eksportir Indonesia dengan pembeli internasional sekaligus menyediakan informasi mengenai peluang pasar ekspor.

 

Puntodewi berharap berbagai program yang dijalankan secara terintegrasi tersebut dapat mendorong semakin banyak UMKM naik kelas menjadi eksportir yang mampu memenuhi standar internasional, memperluas pasar, serta meningkatkan kontribusi terhadap ekspor nasional.

 

“Melalui berbagai upaya yang terintegrasi tersebut, Kementerian Perdagangan berharap semakin banyak UMKM yang mampu naik kelas menjadi eksportir, memenuhi standar internasional, memperluas pasar ekspor, serta memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap peningkatan ekspor nasional dan pertumbuhan ekonomi Indonesia,” imbuhnya.

 

Berdasarkan data Kemendag, program UMKM BISA Ekspor membukukan transaksi hingga 23,60 juta dolar AS atau Rp404,5 miliar pada triwulan I 2026.

 

Capaian Triwulan I 2026 adalah gabungan dari potensi transaksi melalui nota kesepahaman (MoU) sebesar 19,64 juta dolar AS dan pesanan pembelian (purchase order/PO) sebesar 3,96 juta dolar AS.

 

Pada periode tersebut, Ditjen PEN telah menyelenggarakan 170 kegiatan business matching yang melibatkan 396 UMKM dengan total partisipasi sebanyak 528 kali.

 

Sektor yang diminati meliputi olahan boga bahari dan perikanan, dekorasi rumah (home decor) dan furnitur, kesehatan dan perawatan tubuh (health and body care), rempah-rempah, makanan dan minuman, produk pertanian dan perkebunan, fesyen, kosmetik, kakao, kertas, produk kelapa, produk herbal, serta perlengkapan berbahan plastik (plasticware).(ds/Antara)

Baca Juga !
Tinggalkan komentar