Densus 88 Polri Bekali Siswa di Sumsel Pahami Pencegahan Radikalisme

DINAMIKA SULTRA.COM, PALEMBANG – Satuan Tugas Wilayah (Satgaswil) Sumatera Selatan Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror (AT) Polri membekali para siswa di Kota Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel) untuk memahami pencegahan radikalisme.
Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya di Palembang, Kamis, mengatakan kegiatan edukasi ini menyasar para pelajar di SMAN 10 Palembang, SMPN 06 Talang Kelapa, dan SMK Negeri 1 Palembang sebagai langkah preventif memutus mata rantai penyebaran paham radikal sejak dini.
“Densus 88 AT Polri berkomitmen kuat untuk melindungi generasi muda dari ancaman radikalisme. Melalui momentum ini, kita ingin membekali para siswa baru agar memiliki daya tangkal yang kuat terhadap penyebaran paham yang kini masif memanfaatkan ruang digital,” ujarnya.
Menurut dia, pola perekrutan kelompok radikal saat ini telah bergeser ke dunia maya, dengan memanfaatkan media sosial hingga platform game online untuk menyasar anak-anak usia remaja.
Oleh karena itu, menurut dia, literasi digital dan pemahaman terhadap nilai-nilai kebangsaan menjadi kunci utama dalam melakukan pencegahan.
Rangkaian kegiatan edukasi tersebut dimulai pada Senin (13/7) di SMAN 10 Palembang. Di hadapan 500 siswa baru, narasumber Briptu Achmad Nur Rohman menekankan pentingnya kemampuan menyaring informasi.
Siswa didorong untuk mampu mengenali situs web, akun, maupun konten-konten yang mengarah pada radikalisme.
Selanjutnya pada Selasa (14/7), kegiatan sosialisasi dilaksanakan di dua tempat berbeda. Di SMPN 06 Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin, Briptu Nicolas Saputra memberikan pemaparan kepada 210 siswa mengenai penguatan empat konsensus dasar negara.
Ia mengingatkan para pelajar untuk mewaspadai tren belajar agama secara instan lewat media sosial serta mengidentifikasi alur perekrutan di dunia maya.
Pada hari yang sama, Brigpol Wahyu Ansori bersama Brigpol Putra Yesa memberikan pembekalan kepada sekitar 500 siswa di SMKN 1 Palembang mengenai tahapan radikalisme yang dimulai dari sikap intoleransi. Dalam kesempatan tersebut, Pancasila ditekankan sebagai benteng utama dalam kehidupan berbangsa.
Ia menambahkan, selain memberikan pemahaman kepada siswa, pihak Densus 88 juga mengingatkan pentingnya peran aktif dari orang tua dan pihak sekolah dalam mengawasi aktivitas digital anak-anak mereka.
“Kolaborasi antara aparat penegak hukum, lembaga pendidikan, dan orang tua sangat krusial. Kita berharap dengan pembekalan sejak hari pertama masuk sekolah ini, lingkungan pendidikan di Sumsel tetap aman, toleran, serta bersih dari pengaruh paham ekstremisme yang bertentangan dengan Pancasila,” katanya.
Rangkaian kegiatan sosialisasi di tiga sekolah tersebut berlangsung interaktif dan mendapat respons antusias dari para siswa, kepala sekolah, serta jajaran dewan guru yang turut mendampingi jalannya aktivitas edukasi itu.(ds/Antara)