Wakil Bupati Muna: Pembangunan Batalyon Warangga Tergantung Keputusan Menteri Kehutanan

DINAMIKA SULTRA.COM, MUNA- Wakil Bupati Muna, Asrafil secara tegas menyampaikan bahwa Pembangunan Markas Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) di Kabupaten Muna dipusatkan di kawasan Hutan Warangga bukan menjadi usulan Pemerintah Daerah (Pemda) Muna namun dilakukan oleh teknis dari TNI.
Asrafil yang ditemui usai menghadiri Pelantikan Kepala Sekolah SD di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menyampaikan bahwa masyarakat tidak menolak pembangunan Batalyon di Kabupaten Muna, tapi mereka mendukung program pemerintah yang pembangunannya tetap dilakukan di Kabupaten Muna.
“Dengan dibangunnya Batalyon di Muna, maka InsyaAllah kita akan ada pembangunan Brigade Infanteri Teritorial Pembangunan (Brigif TP),” ucapnya.
Ia menyebut, berdasarkan SK dari Kementerian Kehutanan pembangunan Batalyon seluas 46,3 Hektare didalamnya sudah ada penguasaan oleh masyarakat tetapi dalam penguasaan ini masih status kawasan hutan.
“Jadi lahan yang dibangun Batalyon itu masih status kawasan hutan, namun dalam lokasi SK begitu kita plotting dalam peta ternyata menimpah beberapa sertifikat hasil dari program Tora, itu yang sudah ada sertifikatnya. Sehingga kami meminta pada pihak teknis yang ada sertifikatnya jangan disentuh sehingga semua ini bisa berjalan,” katanya.
Lanjutnya, pembangunan Batalyon ini sudah di hearing DPR. Maka DPR meminta untuk sama-sama masyarakat ke Kementerian Kehutanan.
“Apakah ini bisa digeser atau tidak tergantung keputusan (Menteri Kehutanan), karena ini bukan wilayah kewenangan pemerintah daerah untuk mengurus kawasan hutan karena yang punya kawasan ini Kementerian Kehutanan,” terangnya.
Dikonfirmasi siapa yang mengusulkan lokasi Warangga dijadikan pembangunan Batalyon, mengungkapkan bahwa ini program pemerintah untuk pembangunan Batalyon pihaknya tidak ada usulan secara langsung ke Kementerian Kehutanan untuk penempatan Batalyon namun setelah terbit SKnya pihak TNI bersama Pemerintah melakukan rapat.
“Penempatan lokasi di Kawasan Warangga berdasarkan penglihatan teknis TNI sehingga pas dibangun disitu, mereka pasti sudah survei lokasi dan memiliki kriteria khusus dari TNI untuk penempatan Batalyon,” jelas Asrafil sebagai Mantan Kepala BPN Kediri (Jawa Timur).
Sementara itu, Persoalan nanti rawan konflik dengan dibangunnya Batalyon.
“Kita di Muna tidak inginkan ada konflik, mudah-mudahan kita bisa atur dengan baik,” Tutupnya.(ds/imn/Ono)