Rutan Kendari Latih Warga Binaan Buat Kerajinan Kain

Listen to this article
Rutan Kendari mempromosikan hasil kerajinan kain karya warga binaan di Kendari, Sulawesi Tenggara. (ds/HO-Rutan Kendari)

 

DINAMIKA SULTRA.COM, KENDARI – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), melatih warga binaan pemasyarakatan (WBP) membuat berbagai produk kerajinan tangan berbahan dasar kain sebagai bekal keterampilan saat bebas kelak.

 

Kepala Rutan Kelas IIA Kendari Alviantino Riski Satriyo saat ditemui di Kendari, Kamis, mengatakan bahwa inovasi pembinaan kemandirian tersebut bertujuan untuk mengasah kreativitas, meningkatkan keterampilan, serta membekali warga binaan dengan kemampuan produktif agar siap kembali dan berdaya di tengah masyarakat.

 

“Produk kerajinan kain tersebut diproduksi melalui bimbingan dan pengawasan intensif petugas Rutan Kendari. Pada penjualan perdana yang dipasarkan kepada keluarga warga binaan, sebanyak 26 unit produk berhasil terjual dengan harga berkisar antara Rp20 ribu hingga Rp100 ribu per unit,” kata Alviantino.

 

Dia menyampaikan bahwa pengembangan keterampilan kerajinan tangan berbahan kain ini merupakan bagian dari komitmen Rutan dalam menghadirkan program pembinaan yang kreatif, produktif, dan memiliki nilai ekonomi.

 

“Melalui kegiatan ini, kami mendorong warga binaan untuk terus mengembangkan kreativitas dan keterampilan mereka. Kami berharap hasil karya ini tidak hanya menjadi sarana pembinaan, tetapi juga memiliki nilai jual dan menjadi bekal bagi warga binaan untuk hidup mandiri setelah selesai menjalani masa pidana,” ujar Alviantino.

 

Dia menjelaskan jika capaian penjualan awal ini menjadi langkah positif dalam memperkenalkan hasil karya warga binaan sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri serta motivasi WBP untuk terus menghasilkan produk berkualitas.

 

“Ke depan, Rutan Kelas IIA Kendari berkomitmen untuk terus mengembangkan potensi warga binaan melalui kegiatan produktif dan berkelanjutan, sehingga mereka memiliki keterampilan, kemandirian, serta peluang kehidupan yang lebih baik setelah bebas,” tambah Alviantino.(ds/Ono)

Baca Juga !
Tinggalkan komentar