Curah Hujan Rendah Dominasi Sultra Pertengahan April

Listen to this article
Ilustrasi – Seorang warga menggunakan payung menyeberangi jalan saat hujan di kawasan Jalan MH Thamrin, Jakarta. (Ist)

 

DINAMIKA SULTRA.COM, KENDARI – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut bahwa sebagian besar wilayah di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) akan didominasi oleh curah hujan kategori rendah pada pertengahan April 2026.

 

Forecaster on Duty BMKG Sultra Nur Wiryanti Sih Antomo saat dihubungi di Kendari, Jumat, menjelaskan bahwa secara umum intensitas hujan di 17 kabupaten dan kota di Sultra pada periode tersebut berkisar antara 0 hingga 50 milimeter per dasarian.

 

“Secara umum curah hujan di Sultra pada pertengahan April berada pada kategori rendah. Namun, di sejumlah wilayah, intensitas hujan diestimasi masih berada pada kategori menengah dengan kisaran 51-100 milimeter per dasarian,” ujar Nur Wiryanti.

 

Ia menyebutkan bahwa tren peningkatan curah hujan diperkirakan baru akan terjadi pada akhir April hingga awal Mei 2026. Kendati demikian, kondisi tersebut disinyalir tidak bertahan lama.

 

“Intensitas hujan terpantau bakal kembali menurun pada pertengahan Mei, meskipun peningkatan sebelumnya masih berada pada kategori menengah,” ujarnya.

 

Nur Wiryanti mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil pemantauan hari tanpa hujan (HTH) di Sultra per 10 April 2026, sebagian besar wilayah Bumi Anoa terpantau berada pada kategori sangat pendek, yakni antara 6 hingga 10 hari.

 

“Kondisi tersebut tercatat di sejumlah titik, di antaranya Kecamatan Tanggetada di Kabupaten Kolaka, serta Kecamatan Lambuya dan Uepai di Kabupaten Konawe,” jelas Nur Wiryanti.

 

Sementara itu, wilayah Kecamatan Poasia di Kota Kendari tercatat mengalami hari tanpa hujan dengan kategori menengah, yakni selama 11 hingga 20 hari. Adapun wilayah Sultra lainnya dilaporkan masih mengalami hujan hingga pembaruan data terakhir.

 

“Atas kondisi cuaca tersebut, BMKG mengimbau masyarakat di Sulawesi Tenggara untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang dinamis dan rutin memantau informasi proyeksi iklim melalui saluran komunikasi resmi,” ungkap Nur Wiryanti.

 

Dia menambahkan bahwa Sultra mencakup 17 wilayah administrasi yang terdiri dari Kabupaten Kolaka, Kolaka Timur, Kolaka Utara, Bombana, Konawe, Konawe Selatan, Konawe Utara, Konawe Kepulauan, Muna, Muna Barat, Buton, Buton Tengah, Buton Selatan, Buton Utara, Wakatobi, serta Kota Kendari dan Baubau.(ds/Ono)

#kendari#sulawesitenggaraBMKG
Comments (0)
Add Comment