DINAMIKA SULTRA.COM, BENGKULU – Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu mengimbau masyarakat di wilayah tersebut menjaga kebersihan makanan, air putih, serta perilaku cuci tangan, guna mencegah penyebaran penyakit diare.
“Kasus diare ini masih sangat mungkin bertambah jika tidak diimbangi dengan upaya pencegahan yang baik,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Bengkulu Nelly Hartati di Bengkulu, Senin.
Hingga saat ini kasus diare di Kota Bengkulu tercatat 561 kasus didominasi bayi usia di bawah lima tahun (balita) yang merupakan kelompok paling rentan mengalami dehidrasi dan komplikasi.
Kasus diare di Kota Bengkulu, salah satu penyakit yang masih tinggi pada triwulan awal 2026 karena kombinasi faktor lingkungan dan pola hidup masyarakat.
Ia menyebut kasus diare di Kota Bengkulu masih berpotensi bertambah, seiring dengan perubahan cuaca dan kondisi sanitasi yang belum merata.
Ia menjelaskan penyakit diare merupakan reaksi tubuh terhadap zat berbahaya yang masuk ke sistem pencernaan yang karena bakteri, virus, dan parasit, sehingga tidak selalu membutuhkan antibiotik dalam penanganan.
Kebiasaan penggunaan antibiotik tanpa pemeriksaan medis, katanya, berisiko memperburuk kondisi manusia.
Ia menjelaskan pada penanganan awal, penggunaan antibiotik hanya pada kasus tertentu, seperti diare akibat infeksi amuba atau bakteri spesifik, dengan diagnosis dokter.
“Langkah pertama yang harus dilakukan adalah memberikan oralit. Ini sangat penting untuk mengganti cairan tubuh yang hilang akibat diare, terutama pada anak-anak agar tidak sampai dehidrasi,” ujarnya.
Ia meminta masyarakat mengonsumsi Zinc selama 14 hari ke depan agar dapat membantu pemulihan saluran pencernaan dan mencegah infeksi berulang.
“Kalau diare disebabkan oleh amuba atau kondisi tertentu yang memang membutuhkan antibiotik, itu harus melalui resep dokter. Tidak boleh sembarangan,” katanya.
Pihaknya juga meminta para orang tua lebih peka terhadap gejala gangguan kesehatan anak, seperti frekuensi buang air besar meningkat, feses cair, hingga tanda dehidrasi yang harus segera ditangani.
Jika diare berlangsung terus-menerus atau disertai gejala lain seperti muntah dan demam, katanya, segera bawa ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan yang tepat.(ds/Antara)