DINAMIKA SULTRA.COM, MANADO – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan bersama Persatuan Purnawirawan dan Warakawuri TNI dan Polri (Pepabri) membangun sinehargi dan kolaborasi (Serasi) menyokong keberlanjutan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
“Kolaborasi menghadirkan layanan JKN yang lebih baik. BPJS Kesehatan tidak dapat berjalan sendiri melainkan perlu sinergi berbagai pihak, termasuk Pepabri yang memiliki peran strategis sebagai wadah para purnawirawan,” kata Direktur Kepesertaan BPJS Kesehatan, Akmal Budi Yulianto pada acara ‘Sinergi dan Kolaborasi Program JKN Bersama Pepabri’ di Manado, Kamis.
Sinergi tersebut, kata Akmal, diharapkan mampu meningkatkan kolaborasi dalam mengoptimalkan peran pensiunan TNI dan Polri untuk mendukung implementasi program JKN.
Dari kegiatan sinergi dan kolaborasi tersebut diharapkan memperdalam pemahaman peserta terkait kebijakan, manfaat, serta prosedur layanan dalam program JKN
BPJS Kesehatan, kata dia, membuka ruang dialog untuk menerima masukan dari anggota Pepabri guna mendorong peningkatan kualitas layanan.
“Berbagai tantangan dalam implementasi JKN, seperti kesenjangan pemahaman masyarakat dan keterbatasan akses informasi, menjadi perhatian bersama yang perlu diatasi melalui pendekatan kolaboratif,” ujar Akmal.
Sebagai bentuk komitmen peningkatan layanan, BPJS Kesehatan terus melakukan transformasi, antara lain melalui digitalisasi layanan, penyederhanaan prosedur, serta peningkatan kualitas fasilitas kesehatan.
Berbagai kanal layanan telah disediakan untuk memudahkan peserta, baik secara tatap muka, maupun non tatap muka melalui Aplikasi Mobile JKN, Pelayanan Administrasi melalui Whatsapp (PANDAWA) di nomor 08118165165, Care Center 165, Website BPJS Kesehatan, OR Code, Anjungan Mandiri JKN (AMAN JKN), Media Sosial, SIPP Badan Usaha dan LAPOR!.
Kemudahan akses pelayanan kesehatan juga terus diperluas melalui penggunaan NIK/KTP, antrean online, telekonsultasi, hingga keterbukaan informasi layanan di fasilitas kesehatan.
“BPJS Kesehatan memberikan perhatian khusus kepada peserta lanjut usia, termasuk para purnawirawan. Pendekatan layanan yang lebih personal, responsif, serta penguatan upaya promotif dan preventif menjadi bagian penting untuk menjaga kualitas hidup peserta di usia lanjut,” tegas Akmal.
Akmal menambahkan, BPJS Kesehatan mendorong Pepabri untuk berperan aktif sebagai bagian dai Gerakan Relawan Daerah JKN (Garda JKN) dalam menyebarluaskan informasi yang akurat dan terpercaya kepada masyarakat sehingga semakin banyak masyarakat yang mendapatkan informasi dan semakin mudah dalam memahami Program JKN.
“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi forum sosialisasi, tetapi juga menjadi awal dari kolaborasi yang berkelanjutan antara BPJS Kesehatan dan PEPABRI di seluruh Indonesia,” tambah Akmal.
Dia mengimbau seluruh anggota Pepabri beserta keluarga yang terdaftar dalam program JKN secara berkala melakukan validasi data kepesertaan apabila terdapat perubahan data diri, susunan anggota keluarga, maupun informasi lainnya.
“Kami optimis bahwa melalui sinergi yang kuat dengan berbagai mitra strategis, layanan Program JKN akan semakin mudah, cepat, dan setara bagi seluruh masyarakat Indonesia,” tutup Akmal.
Selain Direktur Kepesertaan BPJS Kesehatan, Akmal Budi Yulianto, dalam acara tersebut Deputi Direksi Bidang Manajemen Mutu Layanan BPJS Kesehatan Falah Rakhmatiana, Deputi Direksi Wilayah X BPJS Kesehatan Mokhamad Cucu Zakaria, Wakil Kepala Departemen Kesejahteraan DPP Pepabri Mayjen TNI (Purn) Ahmad Yani Basuki, Ketua DPD Pepabri Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn) WWF Mamahit, Wali Kota Manado Andrei Angouw, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulut Rima Fien Lolong, serta undangan lainnya.(ds/Antara)