Kakorlantas: Anggota Polantas Harus Jadi “Pahlawan Keselamatan”

Listen to this article
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho. (ds/ANTARA/HO-Korlantas Polri)

 

DINAMIKA SULTRA.COM, JAKARTA – Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho mengatakan bahwa anggota polisi lalu lintas (polantas) harus menjadi “pahlawan keselamatan” dengan lebih aktif hadir di lapangan demi menekan angka kecelakaan lalu lintas.

 

“Saya katakan bahwa Satpas (Satuan Penyelenggara Administrasi SIM), SAMSAT, itu hanya bonus, tetapi rekan-rekan (polantas) harus menjadi pahlawan-pahlawan keselamatan,” katanya dalam keterangan diterima di Jakarta, Kamis.

 

Ia menyoroti tingginya angka kecelakaan lalu lintas sepanjang tahun 2025 yang mencapai sekitar 158 ribu peristiwa kecelakaan lalu lintas dengan korban meninggal dunia atau fatalitas hampir 24 ribu orang.

 

Meski angka fatalitas menurun pada tahun 2026, menurutnya, hal tersebut tidak boleh dianggap biasa.

 

Ia menegaskan bahwa keselamatan jalan harus tetap menjadi prioritas utama seluruh jajaran polantas.

 

“Apa pun yang Anda (polantas) lakukan, kegiatan apa pun, kalau lakalantasnya tinggi, poinnya tidak ada. Yang paling penting adalah nyawa yang harus kita selamatkan. Peristiwa kecelakaan harus kita kurangi,” ucapnya.

 

Lebih lanjut, jenderal polisi bintang dua itu juga menepis anggapan bahwa meningkatnya angka kecelakaan disebabkan bertambahnya jumlah kendaraan maupun pertumbuhan penduduk.

 

Ia menekankan bahwa keselamatan lalu lintas harus dikelola secara serius melalui langkah preventif dan edukatif.

 

Terlebih, sambung dia, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah menetapkan target penurunan angka fatalitas korban kecelakaan hingga 50 persen. Menurutnya, target tersebut harus menjadi perhatian seluruh bangsa, termasuk Indonesia.

 

Sebagai langkah konkret dalam menekan angka kecelakaan, pihaknya menjalankan program “Polantas Menyapa dan Melayani” atas arahan Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo.

 

Program tersebut difokuskan pada pendekatan humanis kepada masyarakat, khususnya pengguna roda dua yang menjadi kelompok paling rentan mengalami kecelakaan.

 

“Peristiwa kecelakaan paling banyak adalah roda dua. Anatominya sudah jelas: usia muda dan pelajar. Ini yang harus kita kelola,” ucapnya.(ds/Antara)

JakartaKorlantas
Comments (0)
Add Comment