DINAMIKA SULTRA.COM, KENDARI – PT Taspen (Persero) Kantor Cabang Kendari menggencarkan sosialisasi literasi keuangan mengenai program jaminan pensiun sekaligus mengedukasi upaya pencegahan modus penipuan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemerintah Kota Kendari.
Kepala Cabang PT Taspen Kendari Ilmiah Rezki saat ditemui di Kendari, Selasa, mengatakan edukasi ini merupakan bentuk komitmen perseroan dalam memberikan pemahaman komprehensif kepada PNS, PPPK, dan pejabat negara mengenai hak serta manfaat jaminan hari tua.
“Kami menyampaikan bagaimana kemudahan proses klaim di Taspen, apa saja produk yang tersedia, serta hak dan manfaat yang mutlak diterima oleh para peserta,” kata Ilmiah.
Dalam sosialisasi tersebut, Taspen memaparkan empat program utama dalam perencanaan keuangan hari tua, pertama yakni Tabungan Hari Tua (THT) melalui premi 3,25 persen dari gaji pokok yang akan dicairkan saat pensiun, mengundurkan diri, atau diserahkan kepada ahli waris jika peserta meninggal dunia.
Kedua, Jaminan Pensiun dengan iuran 4,75 persen dari gaji pokok yang dibayarkan berkala saat purnabakti, termasuk jaminan pensiun janda, duda, hingga anak yatim piatu. Ketiga, Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) yang mengakomodasi biaya perawatan medis penuh bagi ASN yang mengalami insiden saat bertugas.
Program JKK ini juga memberikan manfaat perlindungan lanjutan berupa beasiswa pendidikan berjenjang bagi anak peserta yang meninggal dunia akibat kecelakaan kerja, dengan besaran nominal Rp15 juta hingga Rp45 juta per anak disesuaikan tingkat pendidikan.
Ilmiah menjelaskan para pensiunan diwajibkan melakukan otentikasi atau pemutakhiran data diri secara berkala setiap tanggal 1 hingga 15 melalui aplikasi digital demi memastikan kelancaran pencairan dana pada bulan berikutnya.
“Ketika otentikasinya sudah berhasil, para pensiunan tidak perlu lagi mengantre di kantor perbankan. Mereka bisa langsung menarik dananya di ATM. Namun jika proses otentikasi belum berhasil, dana pensiun belum dapat diakses,” ujarnya.
Selain pemaparan produk, ia juga meminta para ASN dan pensiunan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap maraknya modus penipuan layanan yang mengatasnamakan PT Taspen.
“Modus kejahatan digital yang kerap ditemukan di lapangan antara lain pengiriman tautan (link) palsu serta permintaan data pribadi oleh oknum tertentu melalui media sosial dengan dalih membantu percepatan pengurusan klaim,” jelasnya.
Ilmiah mengimbau para ASN dan pensiunan di daerah itu untuk tidak mudah mempercayai informasi dari pihak ketiga dan selalu melakukan konfirmasi ulang melalui kanal resmi atau mendatangi Kantor Cabang Taspen terdekat guna menghindari kerugian finansial.(ds/Ono)