DINAMIKA SULTRA.COM, MAKASSAR – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Makassar dan Universitas Hasanuddin (Unhas) melalui Program SAPA Kampus memperkuat usaha mikro kecil (UMK) pangan olahan.
“Program yang mengintegrasikan kompetensi Fasilitator Keamanan Pangan dengan pembelajaran akademik ini berhasil meningkatkan kapasitas mahasiswa sekaligus membantu UMK memenuhi standar keamanan pangan hingga memperoleh izin edar,” kata Kepala BBPOM Makassar Yosef Dwi Irwan, di Makassar, Sabtu.
Dia mengatakan program itu telah memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk terlibat langsung dalam pendampingan pelaku usaha.
Pada pelaksanaan Batch 8 tahun 2026, sebanyak 14 mahasiswa Unhas ditugaskan mendampingi 14 UMK pangan olahan yang bergerak di berbagai sektor, seperti frozen food, sambal, sirup, bawang goreng, minyak kelapa, dan minuman botanical.
Untuk mengevaluasi perkembangan program, lanjut Yosef, BBPOM di Makassar menggelar kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) SAPA Kampus Berdampak di Aula Baji Minasa BBPOM Makassar.
Kegiatan ini bertujuan memetakan kendala serta mengukur progres pendampingan yang dilakukan mahasiswa terhadap UMK binaan.
Menurut dia, sejumlah pelaku usaha yang sebelumnya masih memiliki nilai pemenuhan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB) dalam kategori kurang, berhasil meningkat menjadi kategori baik bahkan sangat baik setelah mendapatkan pendampingan intensif.
“Pendampingan yang dilakukan terbukti mampu meningkatkan kepatuhan UMK. Ini tentunya akan meningkatkan mutu dan keamanan produk pangan olahan yang dihasilkan,” ujar Yosef.
Ia juga mengungkapkan bahwa dalam waktu kurang dari tiga bulan, sebagian besar UMK yang didampingi berhasil memperoleh Sertifikat Izin Penerapan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (IP CPPOB). Bahkan, beberapa di antaranya telah mendapatkan Nomor Izin Edar (NIE) dari BPOM.(ds/Antara)