DINAMIKA SULTRA.COM, KENDARI – Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), mencatat realisasi penerimaan negara sepanjang Semester I tahun 2026 mencapai Rp297,7 miliar.
Kepala Seksi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan KPPBC TMP C Kendari Mukhlis saat ditemui di Kendari, Kamis, mengatakan bahwa realisasi tersebut menunjukkan pertumbuhan yang sangat positif, yakni melonjak sebesar 136,5 persen secara tahunan atau meningkat Rp171,9 miliar dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025.
“Terlebih lagi, capaian ini telah menembus 186,3 persen dari total target tahunan 2026 yang ditetapkan sebesar Rp159,8 miliar,” kata Mukhlis.
Dia menyebutkan bahwa berdasarkan rincian realisasi penerimaan per 30 Juni 2026, pos Bea Masuk menjadi kontributor terbesar dengan capaian sebesar Rp296,7 miliar. Disusul oleh penerimaan Bea Keluar sebesar Rp547,2 juta dan Denda Administrasi Cukai sebesar Rp447,8 juta.
Mukhlis mengungkapkan bahwa selain pos penerimaan negara tersebut, Bea Cukai Kendari juga berhasil menghimpun Pajak Dalam Rangka Impor (PDRI) yang terdiri atas PPN dan PPh sepanjang Semester I 2026 dengan total nilai mencapai Rp2,14 triliun.
“Jumlah ini terbagi atas PPN Impor sebesar Rp2 triliun dan PPh Impor sebesar Rp132 miliar,” ujarnya.
Mukhlis mengungkapkan bahwa dalam rangka mendukung pertumbuhan ekonomi di Bumi Anoa, Bea Cukai Kendari terus menggenjot dukungan ekspor, baik dari sektor pertambangan maupun non-pertambangan seperti perikanan, perkebunan, dan kehutanan.
“Nilai Devisa Ekspor Provinsi Sulawesi Tenggara yang dicatatkan melalui Bea Cukai Kendari hingga 30 Juni 2026 menembus angka 1,7 miliar dolar AS atau setara dengan Rp31,26 triliun. Mayoritas devisa tersebut disumbang oleh sektor pertambangan.
Sementara itu, untuk sektor nonpertambangan seperti perikanan, perkebunan, dan kehutanan yang sebagian besar digerakkan oleh pelaku UMKM dan IKM, berhasil menghimpun devisa ekspor sebesar 11 juta dolar AS atau setara Rp200 miliar.
“Tercatat sebanyak 19 pelaku usaha sektor nonpertambangan sukses melaksanakan ekspor berkelanjutan, serta lahirnya enam ekspor perdana di sepanjang paruh pertama tahun ini,” sebut Mukhlis.(ds/Ono)