Kendari Sosialisasikan Pencegahan Kekerasan Demi Wujudkan KLA

Listen to this article
Pelaksanaan sosialisasi pencegahan kekerasan terhadap anak di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Kamis (23/7/2026). (ds/HO-Pemkot Kendari)

 

DINAMIKA SULTRA.COM, KENDARI – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) menyosialisasikan pencegahan kekerasan demi mewujudkan Kota Layak Anak (KLA).

 

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Kendari Adriana Musaruddin di Kendari, Kamis, mengatakan sosialisasi tersebut diberikan kepada tenaga pendidik hingga para pelajar di Kota Kendari, dengan tema “Stop Kekerasan Terhadap Anak” guna memperkuat upaya perlindungan generasi muda di daerah itu.

 

Ia menyampaikan kasus kekerasan terhadap anak merupakan persoalan serius yang membutuhkan penanganan kolektif dari seluruh elemen masyarakat.

 

“Perlindungan terhadap anak bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga tanggung jawab kita bersama. Mari kita ciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan ramah anak sehingga mereka dapat tumbuh menjadi generasi yang berkualitas,” kata Adriana.

 

Ia mengajak keluarga, pihak sekolah, masyarakat, hingga pemerintah untuk bersinergi mencegah berbagai bentuk kekerasan, diskriminasi, maupun penelantaran, agar hak-hak anak sebagai generasi penerus bangsa dapat terpenuhi secara optimal.

 

“Melalui edukasi ini, kami berharap pemahaman masyarakat mengenai jenis kekerasan, langkah pencegahan, hingga tata cara pelaporan kasus di lingkungan sekitar dapat terus meningkat,” ujarnya.

 

Sementara itu, Sekretaris DP3A Kota Kendari Wa Ode Siti Sulfinawati menjelaskan bahwa kegiatan sosialisasi ini merupakan wujud komitmen pemerintah daerah dalam mengedukasi publik terkait maraknya kekerasan yang dapat terjadi di lingkungan keluarga, sekolah, maupun ruang publik.

 

“Masyarakat memiliki peran penting dalam memberikan perlindungan kepada anak dengan berani melaporkan apabila mengetahui adanya dugaan tindak kekerasan serta memberikan dukungan kepada korban,” ujar Sulfinawati.

 

Dengan sosialisasi yang diisi dengan penyampaian materi dari narasumber serta diskusi interaktif ini, pihaknya juga berharap dapat memperkuat sinergi lintas sektor guna mewujudkan Kendari sebagai Kota Layak Anak.

 

“Kegiatan tersebut diikuti oleh perwakilan perangkat daerah, tenaga pendidik, pemerhati anak, serta berbagai unsur masyarakat yang peduli terhadap perlindungan anak. Para peserta diharapkan dapat menjadi agen perubahan yang menyebarluaskan edukasi perlindungan anak di lingkungan masing-masing,” ujarnya.(ds/Ono)

#kendari#sulawesitenggara
Comments (0)
Add Comment