DINAMIKA SULTRA.COM, BAUBAU – Pemerintah Kota (Pemkot) Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra), mengoptimalkan pemanfaatan Dana Kelurahan dan Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan untuk memperkuat penanganan penyakit AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria (ATM) di daerah tersebut.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Baubau La Ode Darus Salam saat dihubungi di Kendari, Kamis, mengatakan langkah tersebut menjadi komitmen pemerintah daerah (pemda) dalam menciptakan lingkungan masyarakat yang lebih sehat dan sejahtera.
Ia menyampaikan penanganan penyakit ATM merupakan program prioritas nasional menuju target eliminasi tahun 2030. Keterbatasan APBD membuat optimalisasi sumber pendanaan non-APBD menjadi krusial.
“Tantangan eliminasi penyakit ATM bukan hanya tanggung jawab sektor kesehatan semata, melainkan tanggung jawab kita bersama. Karena APBD memiliki keterbatasan, optimalisasi pendanaan kolaboratif, seperti Dana Kelurahan dan penguatan CSR perusahaan, menjadi sebuah keharusan,” kata Darus Salam saat menghadiri rapat penguatan Forum Kemitraan Penanggulangan ATM di Baubau.
Dia menyebutkan dana kelurahan perlu dialokasikan untuk kegiatan nonfisik kesehatan, seperti edukasi masyarakat, pelacakan kasus, dan pemantauan kepatuhan berobat penderita di tingkat lingkungan.
“Upaya ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran kolektif warga, sekaligus mempercepat deteksi dini di tingkat akar rumput,” ujarnya.
La Ode Darus Salam mengungkapkan Pemkot Baubau juga menetapkan empat komitmen utama yaitu memasukkan isu penyakit ATM dalam perencanaan anggaran daerah, menetapkan indikator kinerja terukur, menyelaraskan pemberdayaan masyarakat kelurahan dengan prioritas kesehatan, serta memperkuat koordinasi lintas sektor.
Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan Badan Perencana Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida), Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Dinas Kesehatan, para camat, lurah, kepala puskesmas, direktur rumah sakit, serta Asosiasi Dinas Kesehatan Seluruh Indonesia (Adinkes) Sultra.
“Sinergi yang kuat ini menjadi modal berharga dan optimisme baru bagi seluruh pihak demi mewujudkan Kota Baubau yang mandiri, tangguh, serta bebas dari penularan ATM pada 2030 mendatang,” ucapnya.(ds/Ono)