UPA Kebun Ilmu Hayati UHO Dorong Penguatan Konservasi dan Transfer Ilmu

Listen to this article
Unit Penunjang Akademik (UPA) Kebun Ilmu Hayati Universitas Halu Oleo (UHO) sukses menyelenggarakan Webinar Identifikasi Jenis-Jenis Tumbuhan Kawasan Wallacea yang diikuti ratusan peserta dari berbagai daerah di Indonesia, beberapa waktu lalu melalui zoom meeting. (Humas-UHO)

 

DINAMIKA SULTRA.COM, KENDARI – Unit Penunjang Akademik (UPA) Kebun Ilmu Hayati Universitas Halu Oleo (UHO) sukses menyelenggarakan Webinar Identifikasi Jenis-Jenis Tumbuhan Kawasan Wallacea yang diikuti ratusan peserta dari berbagai daerah di Indonesia, beberapa waktu lalu melalui zoom meeting.

Kegiatan ilmiah ini menjadi wadah berbagi pengetahuan terkait teknik identifikasi tumbuhan sekaligus memperkuat komitmen konservasi biodiversitas kawasan Wallacea.

Ketua panitia, Dr. Nurnaningsih Hamzah, mengatakan bahwa webinar diikuti sebanyak 178 peserta yang berasal dari berbagai perguruan tinggi dan instansi di seluruh Indonesia.

Antusiasme peserta terlihat dari tingginya partisipasi dalam sesi diskusi yang diwarnai banyak pertanyaan seputar materi identifikasi tumbuhan.

“Kegiatan berlangsung sangat interaktif. Peserta menunjukkan minat besar terhadap materi yang disampaikan, khususnya terkait identifikasi spesies tumbuhan khas Wallacea,” ujarnya.

“Webinar ini dilaksanakan oleh UPA Kebun Ilmu Hayati UHO dengan menghadirkan narasumber Wihermanto, S.Si (PIC Fungsi Layanan Koleksi Ilmiah KKI Kebun Raya Bogor) serta dimoderatori oleh Dr. Indrawati,” sambungnya.

Sementara itu, Kepala UPA Kebun Ilmu Hayati UHO, Prof. Dr. Faisal Danu Tuheteru mengungkapkan, kegiatan ini bertujuan memperkuat transfer ilmu pengetahuan mengenai teknik dan metode identifikasi jenis tumbuhan di kawasan Wallacea.

“Kebun Raya UHO sebagai salah satu kebun raya di wilayah Wallacea memiliki komitmen tinggi untuk melakukan pendataan serta konservasi jenis-jenis tumbuhan khas kawasan ini,” ungkapnya.

Ia menerangkan, melalui kegiatan ini, UPA Kebun Ilmu Hayati UHO berharap peningkatan pemahaman akademisi, mahasiswa, dan praktisi lingkungan terhadap kekayaan flora Wallacea dapat mendorong upaya penelitian serta pelestarian biodiversitas Indonesia secara berkelanjutan.

Pada sesi materi, narasumber Wihermanto, S.Si., memaparkan, kawasan Wallacea dikenal sebagai wilayah dengan tingkat endemisitas tumbuhan yang sangat tinggi. Peserta diperkenalkan pada dasar-dasar morfologi tumbuhan sebagai kunci utama dalam proses identifikasi spesies.

“Selain itu, dijelaskan pula sedikitnya 20 jenis tumbuhan khas Wallacea, di antaranya Diospyros celebica, Hopea celebica, dan Kjellbergiodendron celebicum, yang memiliki nilai ekologis sekaligus konservasi tinggi,” Tuturnya.(ds/adf)

Baca Juga !
Tinggalkan komentar