Ida Usman Pimpin Penjaringan Awal Calon Rektor UHO, Raih Dukungan Terbanyak

Listen to this article
Prof. Dr. Ida Usman, S.Si., M.Si. (Foto: Ono)

 

DINAMIKA SULTRA.COM, KENDARI – Proses penjaringan bakal calon Rektor Universitas Halu Oleo (UHO) periode 2026–2030 mulai mengerucut. Dalam tahapan penjaringan yang digelar di lingkungan kampus UHO, Ida Usman menjadi bakal calon dengan dukungan terbanyak berdasarkan hasil penghitungan suara yang ditampilkan pada papan rekapitulasi, Kamis (9/7/2026).

Berdasarkan hasil penjaringan tersebut, Ida Usman memperoleh 15 dukungan. Posisi berikutnya ditempati Takdir SailI dengan 11 dukungan, disusul Herman yang meraih 10 dukungan dan Edy Karno dengan 5 dukungan.

Sementara itu, Ruslin memperoleh 3 dukungan, La Ode Santiaji Bande mendapat 2 dukungan, Yusuf Sabilu memperoleh 1 dukungan, serta terdapat 1 suara abstain. Tiga bakal calon lainnya, yakni Baru Sadarun, Ma’ruf Kasim, dan Muluddin, belum memperoleh dukungan pada tahapan penjaringan tersebut.

Hasil ini menjadi gambaran awal konstelasi pemilihan Rektor UHO sebelum memasuki tahapan berikutnya sesuai mekanisme yang diatur dalam peraturan pemilihan rektor.

Penjaringan calon rektor merupakan bagian dari proses demokratis di lingkungan perguruan tinggi untuk menjaring figur-figur terbaik yang dinilai memiliki kapasitas akademik, kepemimpinan, serta kemampuan membawa Universitas Halu Oleo menghadapi tantangan pendidikan tinggi di masa mendatang.

Sejumlah nama yang masuk dalam bursa calon merupakan akademisi yang memiliki pengalaman di bidang pendidikan, penelitian, maupun tata kelola perguruan tinggi. Tahapan penjaringan menjadi salah satu indikator awal dalam melihat tingkat dukungan terhadap masing-masing kandidat.

Meski demikian, hasil penjaringan belum menentukan pemenang akhir. Seluruh bakal calon masih harus mengikuti tahapan berikutnya, mulai dari penyaringan, penyampaian visi dan misi, hingga proses pemilihan sesuai ketentuan yang berlaku di Universitas Halu Oleo dan regulasi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Pemilihan Rektor UHO periode 2026–2030 menjadi perhatian sivitas akademika karena pemimpin yang terpilih nantinya akan menentukan arah kebijakan universitas selama empat tahun ke depan, termasuk penguatan kualitas akademik, riset, inovasi, tata kelola kelembagaan, serta peningkatan daya saing UHO di tingkat nasional maupun internasional.

Hasil penjaringan ini sekaligus menandai dimulainya persaingan menuju kursi Rektor Universitas Halu Oleo, dengan para bakal calon diharapkan terus membangun komunikasi dan menyampaikan gagasan strategis bagi kemajuan salah satu perguruan tinggi terbesar di kawasan Indonesia Timur tersebut.(ds/Ono)

Baca Juga !
Tinggalkan komentar