Dikbud Sultra Minta Sekolah Adopsi Konsep Trigatra Bangun Bahasa

Listen to this article
Plt Kepala Dikbud Provinsi Sultra Aris Badara saat menghadiri dialog interaktif di RRI Kendari, Sulawesi Tenggara. (Ist)

 

DINAMIKA SULTRA.COM, KENDARI – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sulawesi Tenggara (Sultra) meminta seluruh satuan pendidikan jenjang menengah atas hingga kejuruan di wilayah setempat untuk mengadopsi konsep Trigatra Bangun Bahasa guna memperkuat jati diri dan kualitas literasi siswa.

 

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Dikbud Sultra Aris Badara di Kendari, Senin, mengatakan langkah ini diawali dengan ditetapkannya SMA Negeri 7 Kendari sebagai sekolah percontohan dalam pengutamaan bahasa negara di lingkungan pendidikan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

 

“Kami berharap apa yang telah dimulai di SMA Negeri 7 menjadi contoh nyata yang diikuti oleh sekolah-sekolah lainnya di Sulawesi Tenggara. Ini adalah upaya kita bersama dalam menggalakkan Trigatra Bangun Bahasa,” kata Aris Badara.

 

Trigatra Bangun Bahasa sendiri merupakan semboyan yang menekankan pada tiga poin utama, yakni mengutamakan bahasa Indonesia, melestarikan bahasa daerah, dan menguasai bahasa asing.

 

Aris Badara menyampaikan apresiasinya atas kehadiran Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikdasmen Hafidz Muksin yang turut memberikan motivasi langsung kepada tenaga pendidik dan siswa di Kendari.

 

Menurutnya, sinergi antara pusat dan daerah sangat penting untuk memantik semangat literasi di sekolah.

 

“Kehadiran pihak Badan Bahasa menjadi motivasi yang memantik kami untuk semakin serius mengimplementasikan Trigatra yang telah disampaikan tersebut ke dalam ekosistem pendidikan kita,” ujarnya.

 

Aris Badara menyampaikan melalui adopsi konsep ini di seluruh sekolah, generasi muda di Bumi Anoa tidak hanya mahir dalam berbahasa internasional, tetapi tetap memiliki akar budaya daerah yang kuat serta kecintaan yang tinggi terhadap bahasa Indonesia.

 

Sementara itu, Kepala SMAN 7 Kendari La Ode Muhammad Sauf menyatakan kesiapannya menjadi laboratorium percontohan bagi sekolah lain.

 

Selain memasang prasasti sebagai simbol komitmen, pihaknya juga mulai merancang program wajib Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) bagi para siswa.

 

“Kami sudah membangun kemitraan dengan Kantor Bahasa Provinsi Sultra. Program literasi dan UKBI ini akan segera kami terapkan secara aktif kepada anak didik sebagai bagian dari implementasi Trigatra Bangun Bahasa tersebut,” katanya.(ds/Ono)

Baca Juga !
Tinggalkan komentar