127 Jemaah Haji Bombana Dilepas, Antrean Keberangkatan Masih Panjang

DINAMIKA SULTRA COM, BOMBANA -Suasana haru menyelimuti Masjid Agung Nurul Iman Bombana saat ratusan keluarga mengantar keberangkatan 127 calon jemaah haji asal Kabupaten Bombana menuju Tanah Suci, Sabtu (16/5/2026). Di tengah lantunan doa dan pelukan keluarga, prosesi pelepasan berlangsung khidmat sebagai penanda dimulainya perjalanan spiritual para tamu Allah tersebut.
Keberangkatan jemaah haji tahun ini tidak hanya menjadi momentum ibadah bagi para calon haji, tetapi juga menggambarkan tingginya animo masyarakat Bombana untuk menunaikan rukun Islam kelima. Dari ribuan warga yang telah mendaftar, hanya sebagian kecil yang memperoleh kesempatan berangkat pada musim haji 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Prosesi pelepasan dilakukan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Bombana, Ir. Syahrun, ST., M.P.W.K yang hadir mewakili Bupati Bombana. Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Kantor Kementerian Agama Bombana, Baznas, PHBI, MUI Bombana, tokoh masyarakat, hingga keluarga jemaah.
Dalam kesempatan itu, Pemerintah Kabupaten Bombana juga menyerahkan bantuan transportasi lokal senilai Rp254 juta untuk mendukung mobilitas para jemaah selama proses pemberangkatan.
Bantuan tersebut dinilai menjadi salah satu bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap kebutuhan masyarakat yang akan menjalankan ibadah haji, terutama di tengah meningkatnya biaya perjalanan dan kebutuhan logistik keberangkatan.
Mewakili sambutan Bupati Bombana, Sekda Syahrun mengingatkan bahwa ibadah haji bukan sekadar perjalanan fisik menuju Mekkah dan Madinah, melainkan perjalanan batin yang sarat makna penghambaan kepada Allah SWT.
“Ibadah haji merupakan gambaran perjalanan spiritual manusia dalam proses pembersihan jiwa dan perubahan diri menuju Tuhan Sang Pencipta,” ujar Syahrun saat membacakan sambutan resmi pemerintah daerah.
Ia juga menyinggung makna wukuf di Arafah yang menjadi puncak ibadah haji. Menurutnya, momentum tersebut mengajarkan kesetaraan manusia di hadapan Tuhan tanpa membedakan status sosial maupun latar belakang kehidupan.
Selain pesan spiritual, pemerintah daerah turut mengingatkan pentingnya kesiapan fisik para jemaah selama menjalankan rangkaian ibadah di Arab Saudi. Para calon haji diminta menjaga kesehatan, mengikuti arahan petugas, serta menjaga kekompakan antarsesama jemaah selama berada di Tanah Suci.
Di sisi lain, tingginya jumlah pendaftar haji di Bombana juga menjadi perhatian tersendiri. Berdasarkan data yang disampaikan dalam sambutan pemerintah daerah, jumlah pendaftar haji di Kabupaten Bombana mencapai 5.241 orang. Namun, hanya 127 jemaah yang mendapat kuota keberangkatan tahun ini.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa antrean keberangkatan haji masih cukup panjang. Fenomena ini juga mencerminkan tingginya kesadaran religius masyarakat untuk menunaikan ibadah haji meski harus menunggu bertahun-tahun.
Sejumlah keluarga jemaah yang hadir tampak memanfaatkan momen pelepasan untuk memberikan dukungan moral kepada anggota keluarga mereka sebelum berangkat. Beberapa di antaranya bahkan terlihat datang sejak pagi demi menyaksikan langsung prosesi pelepasan.
Suasana emosional juga terlihat ketika para jemaah berpamitan dengan keluarga. Tangis haru pecah di beberapa sudut masjid saat para calon haji saling berpelukan dan meminta doa sebelum meninggalkan daerah menuju embarkasi.
Berdasarkan keterangan resmi pemerintah daerah, para jemaah diharapkan mampu menjaga nama baik Kabupaten Bombana selama menjalankan ibadah di Tanah Suci. Pemerintah juga menitipkan doa agar daerah tersebut senantiasa diberi keberkahan dan kemudahan dalam menghadapi tantangan pembangunan.
Keberangkatan jemaah haji setiap tahun memang selalu menjadi peristiwa sosial dan spiritual yang mendapat perhatian luas masyarakat. Selain berkaitan dengan ibadah, momentum ini juga memperlihatkan kuatnya solidaritas sosial warga yang bersama-sama mendoakan keselamatan dan kelancaran perjalanan para jemaah.(ds/Mdn/Ono)