KONI Pusat Lantik PB FAJI 2026-2030, Fokus Kembangkan Sport Tourism

DINAMIKA SULTRA.COM, JAKARTA – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat melantik dan mengukuhkan Pengurus Besar Federasi Arung Jeram Indonesia (PB FAJI) masa bakti 2026-2030 dengan fokus pengembangan sport tourism atau wisata olahraga berbasis arung jeram.
Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman mengatakan Indonesia memiliki potensi alam yang besar untuk menjadikan arung jeram sebagai olahraga unggulan sekaligus penggerak sektor pariwisata.
“Saya berharap arung jeram ini menjadi olahraga unggulan, karena alam Indonesia ini sangat akrab untuk atlet-atlet arung jeram Indonesia,” kata Marciano usai pelantikan PB FAJI di Jakarta, Sabtu.
Ia meminta PB FAJI memperkuat sinergi dengan Kementerian Pariwisata guna mengoptimalkan destinasi wisata arung jeram di berbagai daerah.
Menurut Marciano, agenda kejuaraan daerah, nasional hingga internasional dapat menjadi sarana untuk memperkuat sport tourism sekaligus menarik wisatawan domestik maupun mancanegara.
“Kami berharap destinasi wisata yang alamnya bagus untuk arung jeram dapat dioptimalkan. Kejuaraan-kejuaraan terbuka juga bisa menghadirkan atlet-atlet dari negara sahabat untuk datang melihat Indonesia,” ujar Ketum KONI Pusat.
Marciano menambahkan KONI Pusat bersama 38 KONI provinsi dan 514 KONI kabupaten/kota siap mendukung program PB FAJI dalam pengembangan olahraga arung jeram di daerah.
Sementara itu, Ketua Umum PB FAJI Oni Junianto mengatakan kepengurusan baru akan menjalankan empat fokus utama, yakni prestasi, pariwisata, konservasi sungai, dan kebencanaan.
“Ada empat pilar yang kami pegang, mulai dari prestasi, pariwisata, konservasi sungai, dan kebencanaan,” katanya.
Oni mengatakan PB FAJI telah menyiapkan sejumlah daerah prioritas untuk pengembangan sport tourism arung jeram, antara lain Bali, Jawa Tengah, dan Jawa Barat.
PB FAJI, lanjut Oni, juga tengah memperkuat sistem pendataan operator arung jeram untuk memastikan aspek keselamatan wisatawan.
“Kita ada beberapa titik yang selama ini sudah menjadi prioritas dan kita ada 800 operator yang sudah terverifikasi dan terakreditasi ada 500,” kata Oni.
“Dan kita akan mewujudkan database yang akurat sehingga betul-betul untuk titik spot ini nanti juga akan safety dari kualitas para operatornya.”
Salah satu contoh destinasi, Oni menyebut, ada di Bali, Jawa Tengah, dan Jawa Barat, yang menjadi prioritas untuk kegiatan sport tourism tersebut.
Selain pengembangan wisata olahraga, PB FAJI juga aktif dalam kegiatan konservasi sungai, termasuk terlibat dalam kegiatan bersih sungai di kawasan Citarum.
Saat ini PB FAJI memiliki 28 provinsi aktif dengan sekitar 500 kepengurusan kabupaten/kota serta sekitar 3.000 atlet yang dipersiapkan menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.
Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kementerian Pariwisata Martini M. Paham mengatakan kementeriannya siap berkolaborasi dengan PB FAJI untuk meningkatkan kualitas sport tourism nasional.
“Kami siap berkolaborasi dengan FAJI, termasuk dalam pendataan dan sertifikasi kompetensi bagi anggota FAJI yang menjadi pemandu wisata karena keselamatan wisatawan menjadi tujuan bersama,” ujar Martini.(ds/Antara)