Bulog Sultra Pasok 4.200 Liter Minyakita Antisipasi Kelangkaan

DINAMIKA SULTRA.COM, KENDARI – Perum Bulog Kantor Wilayah (Kanwil) Sulawesi Tenggara (Sultra) menambah pasokan minyak goreng subsidi merek Minyakita sebanyak 4.200 liter di Pasar Anduonohu, Kota Kendari, (Sultra), guna mengantisipasi kelangkaan dan lonjakan harga menjelang Hari Raya Idul Adha 1447/2026.
Manager Pengadaan dan Operasi Bulog Sultra Yusran saat ditemui di Kendari, Senin, mengatakan bahwa ribuan liter minyak goreng komoditas tersebut disalurkan langsung kepada para pedagang tradisional yang menjadi mitra Bulog dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp15.700 per liter.
“Sebanyak 4.200 liter didistribusikan khusus untuk Pasar Anduonohu per hari ini sebagai langkah intervensi pasar menjelang Lebaran Haji,” kata Yusran.
Yusran menjelaskan bahwa pasokan Minyakita yang dikelola oleh Bulog sejauh ini relatif stabil dengan rata-rata penyaluran reguler mencapai 200 ribu liter ke seluruh pedagang mitra di wilayah Sultra.
Meski begitu, ia meluruskan bahwa distribusi Minyakita di Sultra tidak sepenuhnya dibebankan kepada Bulog. Perusahaan umum milik negara ini hanya memegang kuota sekitar 30 hingga 45 persen dari total penyaluran minyak goreng subsidi di Sultra.
Sementara sisa pemenuhan kuota lainnya didistribusikan oleh Holding BUMN Pangan (ID Food) serta sejumlah perusahaan distributor swasta.
“Terkait ketersediaan secara umum, penyaluran Minyakita bukan hanya lewat Bulog. Kami hanya mencakup 30 sampai 45 persen, selebihnya ditangani ID Food dan perusahaan lain. Selama ada stok yang kami terima, selalu langsung kami salurkan ke sejumlah pasar tradisional di Kota Kendari, seperti Pasar Anduonohu dan Mandonga,” ujarnya.
Sebelumnya, sejumlah pedagang di pasar tradisional Kota Kendari mengeluhkan minimnya pasokan minyak goreng subsidi dalam beberapa bulan terakhir yang memicu merangkasnya harga jual eceran di atas ketentuan pemerintah.
Ani, salah seorang pedagang di Pasar Anduonohu, mengungkapkan bahwa akibat keterbatasan pasokan dari pihak distributor, harga Minyakita di tingkat pengecer sempat menyentuh angka Rp22.000 hingga Rp27 ribu per liter.
“Sudah sekitar empat bulan terakhir kami kesulitan mendapat stok. Dampaknya omzet penjualan ikut menurun karena minyak goreng merupakan salah satu kebutuhan pokok yang paling dicari oleh konsumen sehari-hari,” sebut Ani.
Para pedagang berharap langkah intervensi pasar melalui penggelontoran stok secara berkala oleh Bulog dan instansi terkait dapat mengembalikan stabilitas pasokan serta menormalisasi harga Minyakita sesuai HET di tingkat pasar.(ds/Ono)