Kolaka Gelar Operasi Pasar Murah di Lima Titik

Listen to this article
Ratusan warga mengantre membeli gas LPG 3 kg saat kegiatan operasi pasar di Kolaka, Sulawesi Tenggara. (ds/HO-Disperindag Kolaka)

 

DINAMIKA SULTRA.COM, KOLAKA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra), menggandeng sejumlah distributor di wilayahnya untuk menggelar operasi pasar murah di lima kecamatan guna menjaga stabilitas harga pangan dan memenuhi kebutuhan pokok masyarakat.

 

​​Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Kolaka Abdi Arif saat dihubungi di Kolaka, Senin, mengatakan bahwa lima titik wilayah tersebut dilakukan secara bergantian yang menjadi sasaran operasi pasar, yaitu Kecamatan Kolaka, disusul Kecamatan Latambaga, Wundulako, Pomalaa, dan Wolo.

 

“Kegiatan ini dilakukan hingga Jumat mendatang. Jadi, satu hari, satu titik. Hari ini di Kecamatan Kolaka, selanjutnya dilakukan di wilayah lainnya,” katanya.

 

Ia menyatakan bahwa langkah situasional ini diambil untuk meredam lonjakan harga di tingkat pedagang eceran sekaligus mengantisipasi berkurangnya suplai beberapa komoditas, seperti minyak goreng dan LPG 3 kilogram (kg) di wilayah tersebut.

 

​”Para distributor ini bersedia turun langsung dan menjual barang dengan harga distributor, yang otomatis berada di bawah harga pasar,” ujar Abdi Arif.

 

​Ia menyebutkan bahwa dalam operasi pasar ini, Pemkab Kolaka menyiapkan 2.800 tabung LPG 3 kg yang disebar ke lima titik, yang mana setiap kecamatan mendapatkan jatah sebanyak 560 tabung dengan harga resmi pangkalan Rp20.000 per tabung.

 

​Abdi menjelaskan bahwa untuk memastikan penyaluran tepat sasaran, pihaknya memperketat mekanisme pembelian. Jika sebelumnya di pangkalan masyarakat cukup membawa KTP yang rawan disalahgunakan oleh anggota keluarga yang sama, kini warga wajib menunjukkan kartu keluarga (KK).

 

​”Kami batasi satu KK hanya boleh membeli satu tabung. Ini murni untuk pemakaian rumah tangga, bukan untuk dijual kembali. Saya juga tegaskan, untuk aparatur sipil negara (ASN) tidak diperkenankan mengambil jatah tabung subsidi ini,” ujar Abdi.

 

​Selain LPG 3 kg, komoditas lain yang menjadi fokus adalah minyak goreng premium. Disperindag membatasi pembelian maksimal dua liter per orang dengan harga Rp22.000 per liter.

 

“Pembatasan ini diberlakukan ketat karena Suplai berkurang,” tuturnya.

 

​Abdi juga mengungkapkan kelangkaan minyak goreng program pemerintah, Minyakita, telah terjadi sekitar dua bulan terakhir di Kolaka, termasuk di gudang Bulog.

 

Hal ini dipicu oleh penghentian suplai dari pabrikan di Pulau Jawa ke wilayah Sulawesi akibat tidak seimbangnya biaya produksi dan ongkos pengiriman.

 

​”Biaya produksi dan harga kemasan plastik naik, sehingga pabrik di Jawa sementara waktu hanya melakukan drop area di wilayah Jawa saja. Saat ini, kita masih menunggu penyesuaian harga eceran tertinggi (HET) baru dari pemerintah pusat agar pasokan Minyakita bisa kembali mengalir ke daerah,” ungkapnya.

 

​Selain komoditas tersebut, operasi pasar murah ini juga menyediakan bahan pokok lainnya seperti mi instan, gula, kopi, serta komoditas sayuran segar dengan harga yang relatif terjangkau.

 

Disperindag juga mengimbau kepada ritel-ritel modern di Kolaka untuk ikut menjaga stabilitas daerah dengan menerapkan pembatasan pembelian serupa demi mencegah kepanikan di masyarakat (panic buying).(ds/Ono)

Baca Juga !
Tinggalkan komentar