Dinkes dan Polda Sulbar Perkuat Sinergi Percepat Eliminasi TBC

Listen to this article
Kepala Dinkes P2KB Provinsi Sulbar dr Nursyamsi Rahim (tengah) dalam pertemuan dengan pihak Polda Sulbar membahas percepatan eliminasi TBC. (ds/ANTARA/HO-Diskominfo Sulbar)

 

DINAMIKA SULTRA.COM, MAMUJU – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Provinsi Sulawesi Barat melakukan pertemuan dengan Polda Sulbar membahas penguatan sinergisitas dalam upaya percepatan eliminasi tuberkulosis (TBC) di daerah itu.

 

“Pertemuan ini sebagai implementasi Gerakan Aktif Masyarakat dan Tenaga Kesehatan Terpadu Atasi Tuberkulosis (Garatta TBC), melalui penguatan kolaborasi lintas sektor dalam penanggulangan TBC,” kata Kepala Dinkes P2KB Provinsi Sulbar dr Nursyamsi Rahim di Mamuju, Sabtu.

 

Pada pertemuan itu, ia didampingi Sekretaris Dinkes P2KB dr Marintani Erna Dochri serta dihadiri Direktur Binmas Polda Sulbar Kombes Pol Prasetya Sejati, Kabid Dokkes Polda Sulbar dr Elvis Jefferson, tim teknis Dinkes P2KB serta pengelola program tuberkulosis Provinsi Sulbar.

 

Berdasarkan data semester pertama tahun 2026, Sulbar memiliki estimasi 5.504 kasus TBC, sedangkan hingga Juni 2026 telah ditemukan 1.743 kasus.

 

Di sisi lain, estimasi kontak erat pasien TBC mencapai 7.249 orang, namun baru 365 orang yang telah memperoleh terapi pencegahan tuberkulosis (TPT). Data tersebut menunjukkan masih besar ruang yang harus dikejar melalui penguatan penemuan kasus, investigasi kontak dan pemberian TPT.

 

Ia mengatakan percepatan eliminasi TBC tidak mungkin hanya mengandalkan tenaga kesehatan, namun dibutuhkan keterlibatan seluruh elemen, termasuk jajaran kepolisian yang memiliki jaringan hingga tingkat desa melalui bhabinkamtibmas.

 

Kolaborasi dengan Polda Sulbar, katanya, langkah strategis mempercepat penemuan kasus, investigasi kontak, serta memastikan masyarakat yang berisiko memperoleh terapi pencegahan tuberkulosis.

 

“Semakin cepat kasus ditemukan dan ditangani, semakin besar peluang kita memutus rantai penularan,” ujarnya.

 

Dinkes P2KB Sulbar bersama polda akan memperkuat sistem monitoring berbasis data agar setiap capaian dapat dipantau secara berkala.

 

“Kami akan membangun mekanisme pelaporan yang sederhana namun efektif, mulai dari laporan harian, laporan bulanan, hingga dasbor pemantauan bersama. Dengan satu data dan satu arah koordinasi, seluruh jajaran dapat bergerak lebih cepat dan tepat sasaran,” katanya.

 

Direktur Binmas Polda Sulbar Komisaris Besar Polisi Prasetya Sejati menekankan pentingnya penyusunan pola kerja sama yang lebih operasional.

 

Evaluasi berkala akan dilakukan bersama untuk mengidentifikasi capaian, kendala, serta langkah percepatan di wilayah dengan indikator yang masih rendah.

 

Ia mengusulkan analisis dan evaluasi penanganan TBC menjadi agenda strategis yang dipimpin langsung Gubernur Sulbar sehingga seluruh perangkat daerah dan pemangku kepentingan memiliki komitmen sama dalam mengejar target eliminasi TBC.

 

Polda Sulbar mendorong penyelenggaraan pelatihan dan orientasi seluruh bhabinkamtibmas mengenai deteksi dini TBC, investigasi kontak, serta pendampingan masyarakat.

 

Penguatan kapasitas tersebut akan dilengkapi dengan penyusunan buku saku, dasbor pemantauan berbasis wilayah kerja bhabinkamtibmas, serta sistem penghargaan bagi personel dan tenaga kesehatan yang menunjukkan kinerja terbaik.

 

Kabid Dokkes Polda Sulbar dr Elvis Jefferson menyoroti pentingnya keterlibatan rumah sakit dalam mempercepat penemuan kasus TBC.

 

“Banyak pasien TBC pertama kali teridentifikasi di rumah sakit. Karena itu, rumah sakit harus menjadi bagian penting dalam jejaring penanganan TBC agar seluruh pasien yang ditemukan dapat segera ditindaklanjuti hingga tuntas,” katanya.

 

Melalui penguatan sinergi ini, Dinkes P2KB Sulbar dan Polda Sulbar optimistis percepatan eliminasi TBC dapat berjalan lebih efektif.(ds/Antara)

Baca Juga !
Tinggalkan komentar