Baznas RI Gandeng Wamen PKP Perkuat Kolaborasi Sejahterakan Rakyat

Listen to this article
Pertemuan Ketua Baznas RI Sodik Mudjahid (ketiga kiri) dengan Wamen PKP Fahri Hamzah (keempat kanan), bersama jajaran di Kantor Baznas RI, Jakarta, Kamis (2/7/2026). (ds/ANTARA/HO-Baznas RI)

 

DINAMIKA SULTRA.COM, JAKARTA – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI bersama Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (Wamen PKP) Fahri Hamzah memperkuat kolaborasi program untuk meningkatkan kesejahteraan umat melalui penguatan regulasi, kelembagaan, dan pelaksanaan program.

 

“Beliau (Wamen PKP) telah mengatakan ada tiga hal yang harus kita bina dan kembangkan, dari mulai soal prinsip regulasi, mulai soal kelembagaan, dan juga soal program-program teknis,” kata Ketua Baznas RI Sodik Mudjahid dalam keterangan di Jakarta, Senin.

 

Sodik menilai perumahan menjadi salah satu dari 13 program unggulan Baznas. Selain itu, Baznas juga membahas penguatan regulasi dan penataan kelembagaan agar koordinasi antara Baznas pusat, provinsi, serta kabupaten dan kota dapat lebih terintegrasi.

 

Ia mengapresiasi diskusi bersama Wamen PKP yang dinilainya memberikan pencerahan dalam pengembangan Baznas, baik dari sisi prinsip, kelembagaan, maupun teknis.

 

Sodik menambahkan, terdapat pula peluang kerja dengan Kementerian PKP dalam mendukung program perumahan bagi rakyat miskin. Hal ini senada dengan salah satu program unggulan Baznas tahun 2026-2031 yakni penyediaan rumah layak huni bagi mustahik.

 

“Kami mendapatkan diskusi yang luar biasa, pencerahan untuk hal-hal yang tadi, dari mulai yang prinsip, kelembagaan, sampai hal yang teknis,” ujar Sodik Mudjahid.

 

Sementara, Wamen PKP Fahri Hamzah menekankan kolaborasi ini merupakan bagian dari silaturahim sekaligus penguatan kerja sama antara Baznas dan sektor perumahan.

 

Menurut dia, Baznas dan sektor perumahan telah lama menjalin kolaborasi. Ke depan, kerja sama tersebut akan diperkuat melalui tiga level, mulai dari konsep, penguatan kelembagaan, hingga kerja sama teknis.

 

“Nanti pada berikutnya kita akan lanjutkan kerja sama teknisnya ya. Khususnya bagi kami tentunya di wilayah perumahan yang selama ini sudah sering dilakukan,” ucapnya.

 

Fahri juga mengusulkan adanya dana riset untuk pengembangan kelembagaan Baznas agar semakin mengakar di masyarakat.

 

Ia menilai potensi pengelolaan zakat di Indonesia sangat besar karena Indonesia memiliki masyarakat Muslim yang besar dan solid. Fahri pun mendorong agar dampak kerakyatan dan keumatan dari kegiatan ekonomi dapat semakin luas.

 

“Ini waktu kita untuk bergerak lebih agresif supaya dampak kerakyatan dan keumatan dari kegiatan ekonomi itu besar, dan ekonomi tidak berkumpul hanya pada segelintir orang,” tutur Fahri Hamzah.(ds/Antara)

Baca Juga !
Tinggalkan komentar