Prabowo: Capaian Pangan Jadi Tonggak Menuju Swasembada

Listen to this article
Presiden Prabowo Subianto memberikan sambutan dalam peresmian Bendungan Meninting, Lombok, Nusa Tenggara Barat, Jumat (10/7/2026). (ds/ANTARA/YouTube Sekretariat Presiden/Maria Cicilia Galuh)

 

DINAMIKA SULTRA.COM, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menyatakan pemerintah mencatat sejumlah capaian di sektor pangan selama 18 bulan pemerintahannya, mulai dari penurunan harga pupuk hingga surplus produksi beras dan jagung pakan.

 

Saat meresmikan Bendungan Meninting di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Jumat, Presiden Prabowo mengatakan capaian tersebut menjadi tonggak penting untuk memperkuat ketahanan pangan dan mewujudkan swasembada pangan nasional.

 

“Kita dalam 18 bulan ini pemerintahan yang saya pimpin, kita telah mencapai tonggak-tonggak bersejarah. Untuk pertama kali dalam sejarah Republik Indonesia, kita bisa turunkan harga pupuk,” ujar Presiden Prabowo dalam siaran YouTube Sekretariat Presiden yang dipantau di Jakarta, Jumat.

 

Presiden juga menyebut Indonesia untuk pertama kalinya dalam beberapa dekade mencatat surplus beras, disusul surplus produksi jagung pakan.

 

“Untuk pertama kali dalam berapa puluh tahun, kita sekarang sudah surplus beras, kita juga sudah surplus jagung pakan,” kata Presiden.

 

Prabowo turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam upaya meningkatkan produksi pangan nasional, khususnya TNI dan Polri yang dinilai berperan aktif mendukung program swasembada pangan.

 

Presiden menegaskan pemerintah akan terus bekerja agar setiap kebijakan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

 

“Setiap rupiah uang rakyat harus dimanfaatkan dan dinikmati oleh rakyat Indonesia,” katanya menegaskan.

 

Data Badan Pangan Nasional (Bapanas) menunjukkan capaian tersebut sejalan dengan peningkatan produksi beras nasional sepanjang semester pertama 2026 untuk memperkuat Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dan menjaga stabilitas pangan nasional.

 

Bapanas mencatat penyerapan gabah petani setara beras mencapai 3,3 juta ton pada semester pertama 2026.

 

Pada triwulan pertama 2026, produksi beras mencapai 9,63 juta ton, sedangkan kebutuhan konsumsi sebesar 7,76 juta ton sehingga terjadi surplus sekitar 1,86 juta ton.

 

Dari surplus tersebut, Bulog telah menyerap gabah setara 1,46 juta ton beras sehingga masih tersedia sekitar 400,8 ribu ton yang dapat diserap pelaku usaha swasta untuk menambah stok.

 

Sepanjang Januari–Juni 2026, produksi beras diperkirakan mencapai 19,27 juta ton, sedangkan kebutuhan konsumsi sekitar 15,48 juta ton sehingga surplus produksi mencapai 3,79 juta ton.

 

Bapanas juga mencatat stok beras nasional, termasuk Cadangan Beras Pemerintah (CBP), telah mencapai sekitar 5 juta ton.(ds/Antara)

Baca Juga !
Tinggalkan komentar