PKM Latih Petani Mubar Suling Modern Nilam Guna Dongkrak Produksi

Listen to this article
PKM Latih Petani Mubar Suling Modern Nilam Guna Dongkrak Produksi. (Ist)

 

DINAMIKA SULTRA.COM, MUBAR – Tim Pengabdian kepada Masyarakat melalui Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melatih para petani di Kabupaten Muna Barat (Mubar), Sulawesi Tenggara (Sultra), menggunakan alat penyulingan modern guna mendongkrak produktivitas minyak nilam.

 

Ketua Tim PKM Irnawati saat dihubungi di Kendari, Jumat, mengatakan bahwa penerapan teknologi tepat guna yang berlangsung di Kelurahan Konawe, Muna Barat, tersebut menyasar Kelompok Tani Wanse sebagai upaya nyata dalam meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani setempat secara berkelanjutan.

 

“Kami berharap teknologi yang diterapkan dapat membantu petani meningkatkan hasil produksi minyak nilam sekaligus membuka peluang usaha baru melalui pengembangan produk turunannya,” kata Irnawati.

 

Dia menyebutkan bahwa program ini dilatarbelakangi oleh besarnya potensi tanaman nilam di Kelurahan Konawe. Namun, selama ini proses pengolahan tradisional oleh warga setempat masih menggunakan peralatan sederhana, sehingga kualitas dan kuantitas produksi minyak belum optimal.

 

“Selama pelaksanaan program, tim memfokuskan pendampingan pada tiga pilar utama,” ujar dia.

 

Irnawati mengungkapkan untuk pilar pertama, yakni instalasi dan uji coba operasional alat penyulingan modern yang disertai dengan pendampingan teknis mengenai perawatan serta pemeliharaan alat secara berkala.

 

Kedua, diversifikasi produk melalui pelatihan pembuatan cairan humidifier aromaterapi berbasis minyak nilam guna meningkatkan nilai ekonomis komoditas tersebut di pasaran.

 

Ketiga, penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) dan manajemen usaha, yang meliputi pelatihan pencatatan keuangan sederhana hingga strategi perluasan pasar melalui digitalisasi atau pemasaran digital.

 

Dalam menjalankan program pengabdian tersebut, Irnawati didampingi oleh sejumlah anggota tim akademisi dari Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, antara lain Sahrina Safiuddin dan La Hasanudin, serta melibatkan tiga mahasiswa pendamping sebagai bentuk implementasi pembelajaran berbasis pengabdian masyarakat.(ds/Ono)

Baca Juga !
Tinggalkan komentar