DP3A Kendari Latih Warga Buat Suvenir dari Limbah Rumah Tangga

DINAMIKA SULTRA.COM, KENDARI – Pemerintah Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) melatih kaum perempuan di daerah tersebut membuat suvenir dan kerajinan tangan dari limbah rumah tangga.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Kendari Amir Hasan di Kendari, Rabu, mengatakan bahwa pelatihan ini bertujuan mendorong kemandirian ekonomi sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat dalam pengelolaan lingkungan.
“Di era transformasi digital saat ini, kreativitas adalah aset terbesar kita. Sudah banyak contoh nyata usaha kreatif rumahan yang dijalankan secara konsisten dan didukung pemasaran digital mampu menghasilkan omzet signifikan untuk menopang ekonomi keluarga,” kata Amir Hasan.
Ia mengajak para peserta untuk mengubah cara pandang terhadap limbah domestik. Menurutnya, sampah anorganik seperti kain perca, plastik, kertas dan botol bekas dapat diolah menjadi produk suvenir bernilai tinggi melalui sentuhan inovasi dan ketekunan.
“Semoga keterampilan yang diperoleh dari pelatihan ini tidak berhenti pada kegiatan seremonial, melainkan terus diasah secara berkelanjutan di lingkungan keluarga demi mendongkrak kemandirian ekonomi masyarakat secara makro,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas P3A Kota Kendari Hj. Fitriani Sinapoy menjelaskan pelatihan yang mengusung tema “Limbah Bernilai, Kreativitas, & Menginspirasi untuk Mewujudkan Kota Kendari Semakin Maju” ini diikuti puluhan peserta perempuan, termasuk jajaran pengurus dan anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Kendari.
“Program ini dirancang secara strategis untuk melatih kreativitas kaum perempuan dalam menangkap peluang usaha bernilai ekonomis dari material non-ekonomis di lingkungan domestik,” sebut Fitriani Sinapoy.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta juga dibekali materi mengenai “Kewirausahaan dan Pemasaran Produk Kerajinan Tangan dari Limbah Rumah Tangga” yang dibawakan oleh Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UMKM Kota Kendari Syarifuddin.
Syarifuddin memaparkan strategi penguatan mentalitas wirausaha serta pemanfaatan platform digital agar produk kerajinan tangan hasil karya perempuan Kota Kendari mampu menembus pasar lokal hingga nasional.
“Kami berharap momentum pelatihan ini dapat menjadi stimulus strategis dalam mengakselerasi lahirnya wirausaha baru, sekaligus menjadi solusi preventif dalam mereduksi volume sampah di kota itu,” sebut Syarifuddin.(ds/Ono)