Baubau Aktifkan Posko Siaga Bencana untuk Hadapi Dampak El Nino

DINAMIKA SULTRA.COM, BAUBAU – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Baubau, Sulawesi Tenggara mengaktifkan posko siaga bencana guna memperkuat mitigasi dan respons cepat dalam menghadapi dampak fenomena El Nino kategori kuat di wilayah tersebut.
Plt Kepala Pelaksana BPBD Kota Baubau Mohamad Tasdik saat dihubungi di Kendari, Jumat, mengatakan bahwa pengaktifan posko siaga tersebut dilakukan untuk mengantisipasi potensi kemarau panjang, kekeringan, serta peningkatan kasus kebakaran lahan.
“El Nino bukan bencana yang datang mendadak seperti gempa. Ia datang perlahan, dan justru di situ bahayanya. Orang cenderung menganggapnya sekadar panas biasa sampai sumur mengering dan api sudah menjalar,” kata Tasdik.
Ia menjelaskan salah satu wilayah yang paling terdampak adalah Kecamatan Bungi, yang berdasarkan pemutakhiran data cuaca telah mengalami hari tanpa hujan lebih dari 60 hari atau masuk kategori ekstrem panjang.
“Kondisi kering tersebut berpotensi memicu berbagai persoalan, mulai dari krisis air bersih, kebakaran permukiman dan lahan, hingga pohon tumbang yang dapat mengganggu jaringan listrik,” ujarnya.
Tasdik mengungkapkan jika melalui posko siaga, BPBD Baubau juga memutakhirkan peta wilayah terdampak, menggencarkan sosialisasi keliling menggunakan pengeras suara, serta memperkuat koordinasi lintas instansi.
Tasdik menjelaskan bahwa sepanjang Agustus 2026, petugas gabungan telah menangani sejumlah kejadian kebakaran lahan di wilayah Palagimata, Sulaa, Waborobo, Topaz, hingga Sorawolio.
“Pemicunya sederhana, seperti bakar sampah, puntung rokok, atau korsleting. Di musim sekering ini, kelalaian kecil bisa berubah jadi kerugian besar,” jelasnya.
Selain ancaman di darat, BPBD Baubau berkoordinasi dengan Pos SAR Baubau untuk mengantisipasi risiko keselamatan nelayan akibat penguatan angin timuran di wilayah perairan.
Di tengah keterbatasan personel dan armada operasional, Tasdik menekankan pentingnya sinergi dengan masyarakat sebagai garda terdepan penanganan bencana di lapangan.
“Kami realistis dengan kapasitas yang ada. Kesiapsiagaan masyarakat itulah lapis pertahanan pertama yang paling menentukan,” tegasnya.
BPBD Baubau mengimbau warga untuk bijak menghemat air bersih, menghindari aktivitas pembakaran sampah, merawat instalasi listrik, serta segera melapor ke posko siaga atau kanal darurat jika menemukan potensi bencana di sekitarnya.(ds/Ono)