Dinkes Baubau Latih Pengelola Program Puskesmas Tangani Kusta

Listen to this article
Foto bersama pembukaan pelatihan terhadap program puskesmas untuk penanganan kusta dan frambusia di Baubau, Sulawesi Tenggara. (ds/HO-Pemkot Baubau)

 

DINAMIKA SULTRA.COM, BAUBAU – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra) melatih para pengelola program puskesmas di daerah itu guna meningkatkan kompetensi dan mempercepat penanganan kasus penyakit kusta serta frambusia di wilayah tersebut.

 

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Baubau Yuslina dihubungi di Kendari, Jumat, mengatakan pelatihan tersebut diselenggarakan bekerja sama dengan Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Provinsi Sulawesi Tenggara sebagai bagian dari agenda eliminasi kusta dan eradikasi frambusia.

 

“Kerja sama ini bertujuan untuk menyamakan persepsi, meningkatkan kompetensi, serta memperkuat kapasitas tenaga kesehatan dalam deteksi dini dan tata laksana kasus di wilayah kerja masing-masing,” kata dia.

 

Ia menjelaskan penuntasan kedua penyakit tersebut membutuhkan pendekatan komprehensif, mulai dari promosi kesehatan yang intensif, penemuan kasus secara dini, pengobatan yang tepat, hingga pemberian obat pencegahan untuk menekan angka penularan.

 

Ia juga menekankan pentingnya deteksi dini mengingat keterlambatan diagnosis pada penyakit kusta berisiko tinggi menyebabkan kecacatan permanen bagi penderita.

 

“Kami minta para nakes lebih peka terhadap bercak atau kelainan kulit di masyarakat. Jangan menunggu pasien datang, tetapi lakukan surveilans aktif ke lapangan,” ujarnya.

 

Selain penanganan medis, para peserta pelatihan diinstruksikan untuk disiplin menerapkan sistem pelaporan berbasis digital agar data yang diperoleh akurat sebagai basis pengambilan kebijakan strategis daerah.

 

Ia berharap, para pengelola program yang telah dilatih dapat membagikan ilmu yang didapat kepada rekan sejawat di unit kerja masing-masing, mulai dari dokter, perawat, hingga bidan desa.

 

“Semakin banyak tenaga medis yang paham gejala kusta dan frambusia, semakin cepat kasus dapat ditemukan dan ditangani,” demikian Yuslina.(ds/Ono)

Baca Juga !
Tinggalkan komentar