BNN Kolaka-PT Vale Edukasi Pelajar Cegah Penyalahgunaan Narkoba

DINAMIKA SULTRA.COM, KOLAKA – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Kolaka bersama PT Vale Indonesia Tbk IGP Pomalaa memberikan edukasi pencegahan penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya kepada pelajar SMK Negeri 9 Kolaka.
Fungsi Pencegahan BNN Kabupaten Kolaka Iwan Ahmadi di Kolaka, Selasa, mengatakan pencegahan di tingkat sekolah penting karena kasus penyalahgunaan narkoba di wilayah Pomalaa mulai menyasar anak usia sekolah.
“Untuk wilayah Pomalaa, itu kasusnya sangat tinggi terutama narkoba, beberapa kasus yang ditangani beberapa bulan terakhir justru melibatkan anak sekolah. Ini menjadi potret bahwa narkoba bukan lagi cerita, melainkan ancaman nyata di sekitar kita,” kata Iwan.
Ia mengatakan penyalahgunaan narkoba pada remaja dapat menimbulkan dampak serius, termasuk putus sekolah dan terganggunya masa depan.
Menurut dia, edukasi secara masif diperlukan sebagai langkah pencegahan untuk meningkatkan pemahaman pelajar mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba.
“Pemahaman pencegahan Napza harus jadi pokok edukasi agar membentengi anak-anak kita,” ujarnya.
Sementara itu, Dokter Kesehatan Kerja PT Vale Indonesia IGP Pomalaa R. Fausan Numyani mengatakan edukasi pencegahan dan penanggulangan penyalahgunaan narkoba merupakan bagian dari program sosial lingkungan perusahaan melalui program Kolaka Sehat, Bersih, dan Berdaya.
“Generasi muda ini adalah calon generasi emas. Melalui kegiatan ini, kami berharap lebih dari 100 siswa yang hadir di SMKN 9 Kolaka dapat mengenali risiko, menjaga diri, serta berani berkata tidak kepada narkoba dan perilaku berisiko penularan HIV,” katanya.
Ia mengatakan lingkungan sekolah dipilih karena generasi muda merupakan aset masa depan yang perlu mengenali berbagai risiko sejak dini agar mampu menjaga diri dan menjadi agen perubahan.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kecamatan Pomalaa La Ode Ndikode mengatakan perkembangan kawasan industri di Pomalaa mendorong masuknya banyak tenaga kerja yang membawa dampak positif maupun negatif.
Menurut dia, edukasi tersebut penting karena penyalahgunaan obat terlarang tidak hanya berdampak terhadap kesehatan fisik, tetapi juga kepribadian dan produktivitas anak.
“Hampir semua desa di Pomalaa yang terpapar narkoba. Ini harus disampaikan kepada anak-anak agar bisa menghindarkan diri dari penyalahgunaan obat-obatan terlarang,” katanya.
Wakil Kepala SMKN 9 Kolaka Titanius menyampaikan terima kasih atas kepedulian PT Vale terhadap para siswa. Menurut dia, informasi dari kepolisian setempat menyebut wilayah di sekitar sekolah tergolong rawan penyebaran Napza.
“Sekolah kami berada di wilayah industri dan dikelilingi banyak perusahaan. Informasi kepolisian menyebut kawasan ini tergolong daerah merah. Semoga melalui paparan materi ini, siswa-siswi kami dapat membentengi diri dan tidak melakukan hal-hal yang merugikan masa depan mereka,” katanya.(ds/Ono)