Kolaka Beri Pendamping Teknis Tingkatkan Produksi Budi Daya Teripang

DINAMIKA SULTRA.COM, KOLAKA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kolaka menyiapkan 10 orang pendamping teknis guna meningkatkan produktivitas budi daya teripang yang dikelola Kelompok Mattirowalie di Desa Tambea, Kecamatan Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra).
Kepala Bidang Pemberdayaan Usaha Kecil Perikanan Budidaya Dinas Perikanan Kolaka Musdar di Kolaka, Sultra, Rabu, mengatakan pengerahan tim pendamping tersebut untuk memberikan pengawalan secara berkelanjutan agar komoditas bernilai ekonomi tinggi itu dapat berkembang lebih maksimal.
“Kami menerjunkan tim pendamping delapan orang dari bidang budidaya dan dua orang dari penyuluh perikanan. Keberadaan mereka fokus mendampingi para pembudidaya di Tambea agar hasil panennya bisa terus meningkat,” kata Musdar.
Ia menjelaskan bahwa para pendamping lapangan bertugas memberikan bimbingan teknis terkait tata cara pemeliharaan, pemantauan kondisi lingkungan penangkaran, hingga membantu menjajaki peluang pasar bersama para pihak pendukung lainnya.
Menurut Musdar, pengembangan budi daya teripang di wilayah itu sangat mendukung dengan luas lahan penangkaran sekitar dua hektare. Area tersebut diperkirakan mampu menampung lebih dari seribu ekor teripang untuk budi daya.
“Semoga ke depan budidaya teripang ini bisa meningkatkan perekonomian masyarakat, karena harga teripang sekarang itu mahal,” ujar dia.
Sementara itu, Ketua Kelompok Budidaya Teripang Mattirowalie binaan PT ANTAM (Persero) Tbk UBP Nikel Kolaka Muh Pahri mengatakan bahwa keberhasilan budi daya teripang tersebut memberikan dampak nyata bagi anggota kelompok. Hasil budi daya teripang tidak hanya menjadi tambahan pendapatan, tetapi turut membantu nelayan memenuhi kebutuhan keluarga dan biaya pendidikan anak.
Ia mengatakan bahwa pada panen pertama mencapai sekitar 9.000 ekor dengan nilai penjualan lebih dari Rp600 juta. Sementara pada panen kedua mencapai sekitar 12 ribu ekor teripang.
“Jadi hasil yang kami peroleh dari panen kedua ini lebih banyak dari pada panen pertama,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa budi daya teripang tersebut tidak terlepas dari dukungan yang diberikan ANTAM, seperti pembangunan hatchery sebagai fasilitas pembenihan teripang, termasuk penyediaan sejumlah peralatan pendukung seperti pipa dan selang.
“Kami sangat terbantu dengan bantuan fasilitas tersebut karena kami sulit untuk membeli sendiri peralatannya. Olehnya itu kami menyampaikan terima kasih kepada ANTAM yang telah banyak membantu kami,” ujar dia.
Selain sarana dan prasarana, nelayan juga mendapatkan pendampingan teknis dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Halu Oleo (UHO) untuk memberikan pengetahuan mengenai tata cara budidaya teripang.
Kolaka Region, CSR & External Relations Sub Division PT ANTAM Tbk UBP Nikel Kolaka Muhammad Rusdan menambahkan bahwa ANTAM terus mendorong agar budidaya teripang juga dapat menjadi bagian dari upaya menghidupkan kembali identitas Desa Tambea sebagai daerah sentra teripang. Untuk itu, sinergi antara perusahaan, masyarakat, pemerintah, perguruan tinggi dan pihak terkait lainnya terus diperkuat.
“Ke depan, kami juga berharap Tambea bisa menjadi desa wisata yang mengintegrasikan potensi lokal seperti teripang dan wisata pantai,” ujar dia.(ds/Ono)