75 Koperasi Merah Putih di Sultra Siap Beroperasi

DINAMIKA SULTRA.COM, KENDARI – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Andi Sumangerukka menyebut sebanyak 75 unit Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di wilayah Bumi Anoa kini telah siap beroperasi untuk mendukung penguatan ekonomi masyarakat.
Gubernur Sultra Andi Sumangerukka saat ditemui di Kendari, Sabtu, mengatakan bahwa secara nasional, saat ini terdapat 1.691 unit Koperasi Merah Putih yang telah diresmikan, sedangkan untuk wilayah Sultra, progres pembangunan menunjukkan tren yang sangat positif.
“Di Sulawesi Tenggara yang sudah operasional sudah seperti ini adalah 75 unit. Jadi, dari jumlah yang sedang berproses yaitu 771 unit, yang 75 persen itu sudah rampung 100 persen secara fisik,” kata Andi Sumangerukka usai menghadiri peresmian operasional KDKMP oleh Presiden RI Prabowo Subianto secara profesional.
Ia menyebutkan bahwa pemerintah daerah kini fokus pada tahap selanjutnya, yakni pengisian komoditas pangan dan sembako agar fungsi utama koperasi dapat segera berjalan untuk memperkuat ketahanan pangan para pekerja.
“Nah, sekarang kita tinggal tunggu pengisian ya. Sembakonya nanti akan berarti di-drop ke pusat. Nah, ini fungsinya seperti ini. Jadi kami datang, saya dengan Ibu Wali Kota datang sekaligus mengikuti acara peresmian dari Presiden, kita juga lihat yang mana yang sudah 100 persen, ternyata yang seperti itu,” ujarnya.
Andi Sumangerukka menargetkan proses distribusi logistik sembako di seluruh unit koperasi di Sultra dapat rampung dalam waktu dekat agar manfaatnya langsung dirasakan masyarakat.
“Diisi dalam waktu dekat karena apa? Minggu kedua bulan Juli itu sudah diisi,” jelas Andi Sumangerukka.
Guna mempercepat perluasan jaringan koperasi tersebut, Andi Sumangerukka mengonfirmasi adanya sinergi yang kuat antara Pemerintah Provinsi Sultra dan Pemerintah Kabupaten/Kota dalam penyediaan aset strategis, termasuk dukungan lahan untuk kelancaran program Koperasi Merah Putih.
Ia mengungkapkan bahwa langkah ini diambil untuk mengatasi kendala keterbatasan lahan atau aset yang kerap dihadapi oleh pengurus di tingkat daerah.
“Iya. Jadi gini, kan ada beberapa daerah yang kesulitan untuk mencari aset. Maka kita provinsi menyiapkan dan juga kabupaten/kota,” sebutnya.
Ia menekankan bahwa kolaborasi ini melibatkan seluruh tingkatan pemerintah di Sultra demi memastikan program pemenuhan kebutuhan pokok dan pemberdayaan para pekerja berjalan tanpa hambatan.
“Jadi bukan hanya cuma provinsi, tapi kabupaten/kota juga menyiapkan aset-aset yang dimiliki oleh kabupaten/kota untuk dikerahkan kepada koperasi. Kira-kira seperti itu,” tambah Andi Sumangerukka.(ds/Ono)