Lapas Kendari Lakukan Skrining TBC Cegah Penularan

Listen to this article
Kolase foto pemeriksaan kesehatan warga binaan Lapas Kelas IIA Kendari, Sulawesi Tenggara. (ds/HO-Lapas Kendari)

 

DINAMIKA SULTRA.COM, KENDARI – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kendari, Sulawesi Tenggara melalui tim medis internal melaksanakan pemeriksaan dan skrining penyakit Tuberkulosis (TBC) di seluruh blok maupun kamar hunian warga binaan pemasyarakatan (WBP) guna mencegah penularan penyakit tersebut.

 

Kepala Lapas Kelas IIA Kendari Mukhtar dihubungi di Kendari, Selasa, mengatakan langkah proaktif tersebut guna memastikan kondisi kesehatan para warga binaan secara menyeluruh, sekaligus sebagai upaya mendeteksi secara dini potensi timbulnya gejala maupun risiko penularan penyakit TBC di dalam lingkungan tempat hunian.

 

“Pemeriksaan kesehatan ini kami lakukan secara langsung dengan cara menyambangi tiap-tiap blok dan kamar hunian warga binaan. Hal ini menjadi langkah penting untuk memastikan kondisi fisik mereka tetap prima sekaligus memetakan serta mendeteksi potensi gejala TBC sejak awal,” kata dia.

 

Ia menjelaskan pelaksanaan skrining kesehatan tersebut bagian dari komitmen berkelanjutan pihak Lapas Kelas IIA Kendari dalam memelihara dan meningkatkan standar kualitas layanan kesehatan bagi seluruh warga binaan melalui penanganan medis yang teratur, terencana, dan juga merata.

 

Melalui upaya deteksi dini yang intensif ini, jajaran medis lapas dapat memantau perkembangan kondisi kesehatan seluruh penghuni secara berkelanjutan.

 

Selain itu, langkah pencegahan dan tindakan medis balasan dapat segera dieksekusi dengan cepat serta tepat apabila ditemukan adanya indikasi maupun gejala fisik yang membutuhkan perawatan lanjutan dari tim medis.

 

“Dengan adanya deteksi lebih awal ini, kami berharap derajat dan kondisi kesehatan para warga binaan dapat terus terpantau dengan baik. Langkah penanganan medis juga bisa langsung dilakukan secara lebih cepat serta responsif apabila nantinya ditemukan gejala-gejala spesifik yang memerlukan pemeriksaan laboratorium maupun tindakan medis yang lebih mendalam,” demikian Mukhtar.(ds/Ono)

Baca Juga !
Tinggalkan komentar