Pemprov Sultra Dapat Alokasi Cetak Sawah Baru 24.700 Hektare dari Kementan

Listen to this article
Plt Kepala Distanak Sultra Muhammad Taufik.(Ist)

 

DINAMIKA SULTRA.COM, KENDARI – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendapatkan alokasi program cetak sawah baru seluas 24.700 hektare dari Kementerian Pertanian (Kementan) pada tahun anggaran 2026 sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan nasional.

 

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan (Distanak) Sultra Muhammad Taufik saat ditemui di Kendari, Rabu, mengatakan bahwa kuota tersebut mengalami penambahan signifikan dari rencana awal yang hanya sebesar 14.700 hektare.

 

“Awalnya Sultra memperoleh alokasi 14.700 hektare, namun jumlah tersebut bertambah 10 ribu hektare sehingga total menjadi 24.700 hektare untuk tahun ini,” kata Muhammad Taufik.

 

Dia menyebut bahwa penambahan kuota tersebut merupakan hasil koordinasi antara Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dengan Gubernur Sultra Andi Sumangerukka dalam pertemuan strategis di Makassar beberapa waktu lalu.

 

Program cetak sawah yang bersumber dari dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) ini akan diimplementasikan di 16 kabupaten dan kota se-Sulawesi Tenggara.

 

“Adapun wilayah yang menjadi target sebaran program meliputi Kabupaten Kolaka, Kolaka Timur, Kolaka Utara, Bombana, Konawe, Konawe Selatan, Konawe Utara, Konawe Kepulauan, Muna, Muna Barat, Buton, Buton Tengah, Buton Utara, Buton Selatan, serta Kota Kendari dan Kota Baubau,” ujarnya.

 

Muhammad Taufik mengungkapkan saat ini proyek strategis tersebut memasuki tahap survei, investigasi, dan desain (SID) yang dilakukan oleh tim ahli dari Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari. Tahap SID menjadi landasan krusial untuk menentukan kelayakan lokasi sebelum proses fisik cetak sawah.

 

“Target penyelesaian desain cetak sawah baru ini dijadwalkan pada 27 April 2026. Setelah desain rampung, program akan segera memasuki proses kontrak pelaksanaan pengerjaan di lapangan,” ungkap Muhammad Taufik.

 

Sejalan dengan proses teknis tersebut, Pemprov Sultra bersama pemerintah kabupaten/kota kini tengah merampungkan data Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL) untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan lahan yang diusulkan benar-benar siap olah.

 

Sebagai langkah penguatan di tingkat lapangan, Pemprov Sultra telah membentuk 33 Brigade Pangan.

 

“Setiap unit brigade terdiri dari 15 anggota yang mencakup pemilik lahan dan tenaga teknis mekanik. Setiap brigade nantinya akan bertanggung jawab mengelola lahan seluas kurang lebih 150 hektare,” jelasnya.

 

Muhammad Taufik juga menambahkan bahwa pihaknya berkomitmen memberikan dukungan penuh berupa sarana produksi pertanian (saprodi) kepada setiap brigade, mulai dari mesin tanam, traktor roda empat, mesin panen (combine harvester), pompa air, alat semprot, hingga bantuan benih dan pupuk.

 

“Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sektor pertanian di Sulawesi Tenggara sekaligus mendorong kesejahteraan petani lokal melalui mekanisasi pertanian modern,” tambahnya.(ds/Ono)

#kendari#sulawesitenggaraKementan
Comments (0)
Add Comment