DINAMIKA SULTRA.COM, KOLAKA – Perum Bulog menyebutkan stok beras di Kabupaten Kolaka, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), mencapai 19.809 ton atau cukup memenuhi kebutuhan masyarakat di kabupaten tersebut hingga dua tahun ke depan.
“Kondisi stok pangan kita menjelang Hari Raya Idul Adha 2026 khususnya beras dalam posisi yang sangat aman. Jumlah tersebut mencukupi bahkan bisa sampai 24 bulan ke depan,” kata Kepala Bulog Cabang Kolaka Ardiansyah saat dihubungi di Kolaka, Sultra, Kamis.
Ardiansyah menyebutkan bahwa selain beras pihaknya juga terus menjaga ketersediaan komoditas pangan strategis lainnya seperti minyak goreng Minyakita sebanyak 1.782 liter dan gula pasir mencapai 3 ribu kilogram.
Ia menjelaskan dalam upaya stabilisasi harga pihaknya tetap konsisten menyalurkan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) ke pasar-pasar tradisional.
Meskipun intensitas penyaluran saat ini masih dalam tahap normal Bulog berkomitmen untuk terus menyuplai kebutuhan pasar tanpa batasan kuota tertentu guna merespons permintaan masyarakat.
Selain itu, Bulog juga terus menjalin koordinasi intensif dengan Pemerintah Kabupaten Kolaka melalui Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) dan Dinas Perindag juga Satgas Pangan untuk memantau fluktuasi harga.
“Kami siap melaksanakan gerakan pangan murah (GPM) atau operasi pasar sewaktu-waktu apabila diperlukan oleh pemerintah daerah untuk menekan potensi inflasi di wilayah ini,” ucapnya.
Ardiansyah juga mengungkapkan Bulog Kolaka bergerak aktif memperkuat stok nasional melalui penyerapan gabah petani lokal.
Untuk wilayah Kolaka Raya, Bulog menargetkan penyerapan gabah kering panen (GKP) sebesar 50 ribu ton.
“Hingga saat ini realisasi penyerapan gabah dari petani setempat telah mencapai 19.349 ton GKP,” ujar Ardiansyah.
Ardiansyah juga mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan aksi borong menjelang Idul Adha.
“Stok beras pemerintah di Bulog Kolaka melimpah. Penyaluran SPHP akan terus kami guyurkan ke pasar dan titik distribusi lainnya. Kami bersama pemerintah berkomitmen menjaga stabilitas pasokan agar pangan tetap terjangkau dan tersedia bagi seluruh lapisan masyarakat,” tambahnya.(ds/Ono)