DINAMIKA SULTRA.COM, BANDA ACEH – Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal menginstruksikan kepada seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan pemerintahannya untuk memberikan imunisasi lengkap kepada anaknya masing-masing.
“Kita mulai dari lingkungan pemerintah kota. Jadi kami membuat seruan untuk seluruh anak-anak ASN, keluarga ASN untuk bisa melakukan imunisasi,” kata Illiza Sa’aduddin Djamal, di Banda Aceh, Jumat (22/5).
Pernyataan itu disampaikan IIliza Sa’aduddin Djamal sebagai respon masih rendahnya cakupan imunisasi di Banda Aceh, bahkan telah membuat munculnya 24 kasus campak hingga Mei 2026.
Selain untuk ASN, kata IIliza, pihaknya telah melakukan berbagai inovasi dalam rangka meningkatkan cakupan imunisasi di Banda Aceh, seperti program jemput bola para pengantin baru agar diimunisasi, hingga anaknya kelak.
“Nah, jadi bukan hanya kesadaran bagi anak-anak, tapi semua orang dewasa juga harus mengetahui vaksin-vaksin yang mereka dilakukan,” ujarnya.
Selain itu, pihaknya juga terus sosialisasi dengan pendekatan persuasif bersama Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK), kerjasama lintas lembaga vertikal, perusahaan serta berbagai kelompok masyarakat.
“Termasuk para insan pers kita harapkan, karena kalau bisa sering menyampaikan informasi positif tentang imunisasi ini, sehingga masyarakat sadar dan mau berikan imunisasi kepada anak-anak mereka,” katanya.
IIliza mengingatkan, jika anak tidak mendapatkan imunisasi, maka dapat beresiko terkena penyakit, terutama campak. Bahkan, di Banda Aceh sendiri hingga dalam tahun sudah ditemukan 24 kasus campak.
“Padahal memang vaksin itu tidak membuat anak kena campak, imunitas tubuhnya menjadi lebih kuat. Nah, pemahaman yang seperti ini mungkin belum tersampaikan tuntas kepada masyarakat, maka perlu kerjasama dari semua pihak,” demikian Illiza Sa’aduddin Djamal.(ds/Antara)