Bupati Situbondo Paparkan Potensi Investasi di China

Listen to this article
Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo saat menghadiri Forum Kemitraan Pemerintah Daerah di Provinsi Anhui, China, beberapa hari lalu. (ds/ANTARA/HO-Pemkab Situbondo)

 

DINAMIKA SULTRA.COM, SIDOARJO – Bupati Situbondo, Jawa Timur, Yusuf Rio Wahyu Prayogo memaparkan potensi investasi untuk menarik modal langsung dan membuka lapangan kerja dalam Forum Kemitraan Pemerintah Daerah (Local Goverment Partership) di China.

 

“Saya hadir dalam forum tersebut atas undangan Kedutaan Besar China di Indonesia,dan diikuti sekitar 80 kepala daerah dari berbagai negara, seperti Kamboja, Vietnam, Thailand dan sejumlah negara lainnya,” kata Bupati Rio dalam keterangannya diterima di Situbondo, Jumat.

 

Dia menyampaikan dalam forum yang digelar oleh Pemerintah Provinsi Anhui, China, itu menjadi momentum untuk memperluas jejaring investasi di Situbondo, utamanya di sektor pertanian berbasis teknologi dan industri pengolahan.

 

Menurut Rio, Forum Kemitraan Pemerintah Daerah itu menjadi peluang untuk meyakinkan bahwa Situbondo ramah investasi, khususnya bagi investor dari China.

 

Dalam kesempatan itu, Bupati Rio menyampaikan bahwa Situbondo telah memiliki belasan perusahaan penanaman modal asing (PMA) milik investor asal China.

 

“Kami optimistis penguatan kerja sama investasi dengan China akan berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi daerah melalui pembukaan lapangan kerja, peningkatan kapasitas industri lokal dan pengetahuan teknologi,” kata Rio.

 

Mempromosikan potensi investasi Situbondo ke China ini dilakukan seiring pertumbuhan ekonomi Situbondo terus membaik dan realisasi investasi juga terus meningkat.

 

Pemkab Situbondo mencatat sepanjang tahun 2025, realisasi investasi mencapai Rp1 triliun atau melonjak 66 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp590 miliar. Nilai investasi ini juga melampaui target investasi daerah sebesar Rp425 miliar.

 

Untuk pertumbuhan ekonomi Situbondo sepanjang 2025 tercatat mencapai 5,28 persen, tertinggi dalam enam tahun terakhir pascapandemi COVID-19.

 

Bupati menambahkan, pengembangan teknologi pertanian (agrotech) yang menjadi fokus kerja sama di Provinsi Anhui, China, ini sangat relevan dengan kebutuhan Situbondo sebagai daerah berbasis agraris.

 

“Dalam matchmaking partnership ini tentu kami bicara tentang agrotech, bagaimana teknologi super high tech untuk pertanian itu sudah berkembang pesat,” kata dia.

 

“Forum internasional ini menjadi pintu masuk investasi baru sekaligus mempercepat transformasi ekonomi Situbondo berbasis pertanian modern,” kata Rio menambahkan.(ds/Antara)

Baca Juga !
Tinggalkan komentar