Baubau Rehabilitasi Dua Puskesmas Tingkatkan Layanan Kesehatan

Listen to this article
Wali Kota Baubau Yusran Fahim saat meletakan batu pertama rehabilitasi Puskesmas Warobo, Baubau, Sulawesi Tenggara. (ds/HO-Pemkot Baubau)

 

DINAMIKA SULTRA.COM, BAUBAU – Pemerintah Kota (Pemkot) Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra) merehabilitasi dua puskesmas di Warobo dan Lakologou untuk meningkatkan layanan kesehatan di daerah tersebut.

 

Wali Kota Baubau H Yusran Fahim saat dihubungi di Baubau, Selasa, mengatakan pekerjaan yang dilakukan di Puskesmas Waborobo merupakan langkah pemerintah untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan sekaligus memberikan kenyamanan bagi masyarakat.

 

“Ini sebenarnya rehabilitasi untuk meningkatkan mutu pelayanan terhadap kebutuhan masyarakat. Kita melihat kapasitas Puskesmas Waborobo saat ini sudah mulai padat seiring meningkatnya jumlah pengunjung,” kata Yusran saat meletakkan batu pertama rehabilitasi Puskesmas Waborobo.

 

Oleh karena itu, lanjut dia, pemerintah daerah mengembangkan fasilitas kesehatan ini dengan mengedepankan aspek kenyamanan bagi masyarakat yang datang berobat.

 

Ia menambahkan peningkatan sarana dan prasarana kesehatan merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk menghadirkan pelayanan yang lebih berkualitas, aman, dan nyaman. Saat ini, Pemkot Baubau memprioritaskan sepuluh proyek strategis yang menjadi fokus pembangunan daerah.

 

“Selain Puskesmas Waborobo, proyek strategis di sektor kesehatan lainnya mencakup rehabilitasi Puskesmas Lakologou. Sementara di sektor lain, pemkot juga melaksanakan revitalisasi kawasan Kotamara, penataan Pasar Wameo, serta rehabilitasi jaringan transmisi air baku sebagai upaya mendongkrak kualitas infrastruktur dan pelayanan dasar,” ujarnya.

 

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kota Baubau dr. Frederick Tangke Allo menjelaskan UPTD Puskesmas Waborobo pertama kali dibangun pada tahun 2008 dan mulai beroperasi secara penuh pada tahun 2009 sebagai hasil pemekaran dari Puskesmas Wajo.

 

Menurut dia, setelah hampir dua dekade beroperasi, langkah rekonstruksi total dinilai sangat krusial guna menyesuaikan diri dengan pertumbuhan populasi dan tuntutan standar pelayanan medis modern.

 

Proyek berskala besar ini dibiayai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik Bidang Kesehatan Tahun Anggaran 2026 dengan nilai kontrak sebesar Rp8,22 miliar.

 

“Target waktu pelaksanaan selama 150 hari kalender, terhitung sejak tanggal 2 Juli hingga 29 November 2026,” tambah Frederick.(ds/Ono)

Baca Juga !
Tinggalkan komentar