Kendari Siapkan Kelurahan Siaga untuk Deteksi Penyakit TB

DINAMIKA SULTRA.COM, KENDARI – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) menyiapkan kelurahan siaga tuberkulosis (TB) untuk mendeteksi penyebaran penyakit tersebut di daerah setempat.
Wali Kota Kendari Siska Karina Imran saat ditemui di Kendari, Selasa, mengatakan bahwa selain menyiapkan kelurahan siaga TB, pihaknya juga akan menyiapkan paket sehat spesial untuk meningkatkan pelayanan kesehatan warga Kendari.
“Inovasi layanan ini diluncurkan untuk meningkatkan cakupan sejumlah pelayanan kesehatan yang ditargetkan pemkot baik itu program daerah maupun nasional, layanan dan inovasi tersebut juga sejalan untuk menekan angka gizi buruk atau stunting,” kata Siska.
Ia mengungkapkan untuk kelurahan siaga TB, sudah ada 62 titik locus yang nantinya diidentifikasi potensi sebaran penyakit TB di lingkungan masyarakat.
“Menurut data dinas kesehatan, hingga Juni 2026 angka sebaran warga yang mengidap TB di Kendari sebanyak 923 kasus. Dari jumlah tersebut, 896 orang atau 97,1 persen melakukan pengobatan. Sebanyak 451 kasus investigasi kontak sebaran, dan 75 orang melakukan terapi pencegahan TB,” sebutnya.
Sementara angka sebaran kasus TB yang dideteksi di Kendari selama 2025 mencapai 2.126 kasus. Menurut Siska, menurunnya angka deteksi merupakan tren negatif dalam penanganan TB di Kendari.
Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan Penyakit Dinkes Kendari Elvi menjelaskan bahwa dalam teknis pelaksanaan program Kelurahan Siaga TB ini, petugas kesehatan dan aparat di kelurahan akan turun mendeteksi warga yang memiliki gejala penyakit TB.
“Kalau ada warga yang positif terjangkit TB, maka langsung diberi pengobatan segera. Kalau negatif, kami edukasi untuk mengonsumsi obat terapi pencegahan TB,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinkes Kota Kendari dr. Hasmirah menambahkan, penanganan TB tersebut juga diintegrasikan dengan program Paket Sehat Spesial. Dalam program ini, setiap aparat lurah wajib melaporkan kondisi warga yang belum melakukan pemeriksaan kesehatan setiap satu minggu sekali.
“Kalau ada kelurahan yang warganya belum diperiksa kesehatan, maka petugas kesehatan dan aparat kelurahan turun ke situ,” ucapnya.(ds/Ono)