Imigrasi Gandeng Pemda dan TNI/Polri Awasi WNA di Sultra

Listen to this article
Kepala Kanwil Ditjen Imigrasi Sultra Azwar Anas saat membawakan sambutan di Rapat TIMPORA Kendari, Sulawesi Tenggara, Selasa (21/7/2026). (Ist)

 

DINAMIKA SULTRA.COM, KENDARI – Kantor Wilayah Direktorat Jendral imigrasi Sulawesi Tenggara (Sultra) menggandeng pemerintah daerah (Pemda) serta unsur TNI dan Polri guna memperketat pengawasan keberadaan warga negara asing (WNA) di wilayah tersebut.

 

Kepala Kanwil Imigrasi Sultra Azwar Anas di Kendari, Selasa, mengatakan langkah tersebut diwujudkan melalui Rapat Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora) tingkat provinsi tahun 2026 sebagai wadah penyamaan persepsi dan pertukaran informasi antarinstansi.

 

“Tujuan rapat Timpora ini adalah menyamakan persepsi dan sharing informasi antarinstansi terkait di Sulawesi Tenggara. Kami ingin memastikan seluruh WNA, baik tenaga kerja maupun keluarganya, memiliki dokumen keimigrasian dan ketenagakerjaan yang sesuai undang-undang,” ujar Azwar.

 

Menurut Azwar, pengawasan yang tertib dan transparan tidak hanya bertujuan menegakkan hukum, tetapi juga menciptakan rasa aman bagi para investor maupun pekerja asing, sekaligus mendukung program pemerintah daerah dalam menggalakkan iklim investasi.

 

Ia menegaskan keberadaan WNA melalui investasi maupun kegiatan penelitian diharapkan memberikan dampak ekonomi positif yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat Bumi Anoa.

 

Kendati mendukung kemudahan investasi dan modernisasi pelayanan keimigrasian berbasis digital, pihak Imigrasi tetap memegang teguh asas selective policy sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian.

 

“Hanya warga negara asing yang bermanfaat bagi bangsa dan negara Indonesia yang boleh tinggal dan bekerja di Indonesia. Jika mereka taat aturan dan adat istiadat setempat, keberadaannya akan memberi dampak positif,” tegasnya.

 

Sementara itu, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Sultra Rony Yakob Laute mengatakan pergerakan orang asing di Sultra mengalami peningkatan pesat seiring percepatan pembangunan di berbagai sektor unggulan daerah, seperti infrastruktur, ekonomi berbasis potensi lokal, daya tarik investasi, hingga pariwisata.

 

“Posisi Sultra yang semakin strategis di wilayah Indonesia Timur membuat pergerakan orang, barang, dan jasa meningkat pesat, termasuk kehadiran orang asing. Oleh karena itu, sinergi melalui Timpora ini sangat strategis,” ujar Rony.

 

Rony menjelaskan kehadiran WNA di Sultra membawa dua dampak yang harus disikapi secara bijak. Di satu sisi, masuknya investor, tenaga ahli, pekerja profesional, wisatawan, hingga peneliti asing memberikan manfaat nyata bagi percepatan pembangunan daerah.

 

Manfaat tersebut antara lain berupa masuknya modal kerja, proses alih teknologi, peningkatan devisa daerah, hingga perluasan jejaring kerja sama internasional yang dibutuhkan daerah untuk mengejar target pembangunan.

 

“Namun di sisi lain, peningkatan jumlah orang asing juga menghadirkan tantangan yang tidak boleh diabaikan. Kita masih mendapati celah pengawasan, seperti pelanggaran izin tinggal, penggunaan visa tidak sesuai peruntukan, penyalahgunaan izin kerja, hingga aktivitas yang berpotensi merugikan masyarakat,” tuturnya.(ds/Ono)

Baca Juga !
Tinggalkan komentar