PT PLN Kendari Edukasi Perempuan Pesisir Kelola Bank Sampah

DINAMIKA SULTRA.COM, KENDARI – PT PLN (Persero) UPT Kendari bekerja sama dengan Naturevolution mengedukasi serta memberdayakan perempuan pesisir dalam pengelolaan sampah melalui penyaluran bantuan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) di Kelurahan Talia, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra).
Bantuan guna mendukung program Perempuan Mandiri Tanggap (Permata) Talia tersebut berupa enam unit perahu, satu unit motor pengangkut sampah, serta sejumlah peralatan pendukung pengelolaan sampah.
Manager PLN UPT Kendari Khusnul Khotimah, di Kendari, Selasa, mengatakan bantuan perahu dan sarana kebersihan tersebut disesuaikan dengan kondisi geografis Kelurahan Talia yang berada di kawasan pesisir.
“Bantuan perahu akan sangat membantu proses pengangkutan sampah dengan kapasitas yang lebih besar dibandingkan alat sebelumnya yang diidentifikasi telah mengalami kerusakan dan jumlahnya terbatas,” kata Khusnul.
Ia menjelaskan, program edukasi dan bantuan ini selaras dengan semangat Srikandi PLN (pegawai perempuan PLN) untuk mendorong keterlibatan perempuan dalam menjaga kelestarian lingkungan, sekaligus memberikan nilai tambah ekonomis bagi warga setempat.
Waste Management Naturevolution Indonesia Setiawan mengapresiasi dukungan PLN dalam memperkuat edukasi serta operasional pengelolaan sampah oleh kelompok Permata Talia.
“Ini menjadi kepercayaan yang sangat besar bagi kami. Harapannya program ini bisa terus berlanjut (sustainable action), dari yang saat ini bisa mengumpulkan hingga 3,5 ton sebulan, ke depan bisa bertambah lebih banyak lagi,” ujar Setiawan.
Ia menegaskan, Naturevolution sebagai mitra pendamping siap membeli seluruh hasil pengumpulan sampah anggota Permata Talia sembari rutin memberikan edukasi terkait upaya pengurangan sampah dari sumbernya.
Ketua Bank Sampah Talia Nurmin menyampaikan bahwa bantuan armada dan fasilitas tersebut menjadi amunisi baru bagi 95 anggota yang mayoritas merupakan kaum perempuan pesisir.
“Setiap hari anggota mengumpulkan sampah dari laut dan pesisir sebanyak 20 kilogram hingga 100 kilogram. Bantuan ini menjadi motivasi tambahan bagi kami untuk menjaga lingkungan sekaligus mencari penghasilan tambahan,” ujar Nurmin.(ds/Ono)