Dinkes Kendari Sediakan Layanan Pemeriksaan HIV Gratis di Seluruh Puskesmas

DINAMIKA SULTRA.COM, KENDARI – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) menyediakan layanan pemeriksaan dan deteksi dini HIV secara gratis di seluruh fasilitas kesehatan tingkat pertama atau puskesmas di wilayah tersebut.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Kendari Ellfi saat dihubungi di Kendari, Rabu, mengatakan bahwa langkah tersebut dilakukan guna memperluas jangkauan penemuan kasus serta menekan angka penularan HIV sejak dini.
“Pemeriksaan HIV di Kota Kendari dapat dilakukan secara gratis. Seluruh puskesmas dan rumah sakit di Kota Kendari dapat memberikan layanan pemeriksaan atau deteksi dini,” kata Elfi.
Dia menyebutkan bahwa selain layanan pemeriksaan gratis di seluruh puskesmas, terdapat tujuh fasilitas kesehatan di Kota Kendari yang juga menyediakan layanan pengobatan HIV secara khusus, yaitu Puskesmas Perumnas, Puskesmas Lepolepo, Puskesmas Kemaraya, Puskesmas Poasia, RSUD Kota Kendari, RSUD Bahteramas, dan RS Santa Anna.
Berdasarkan data Dinkes Kota Kendari, sepanjang Januari hingga Juli 2026, petugas menemukan sebanyak 147 kasus HIV dari sekitar 8.000 orang yang diperiksa dalam kelompok berisiko. Rinciannya 121 kasus ditemukan pada laki-laki dan 26 kasus pada perempuan, dengan dominasi usia produktif 25–49 tahun sebanyak 82 kasus.
Elfi mengungkapkan bahwa dari total kasus tersebut, tiga diantaranya ditemukan pada balita yang diduga tertular dari ibu saat masa kehamilan. Kondisi ini menjadi perhatian serius Dinkes Kendari untuk terus memperketat edukasi dan deteksi dini, terutama bagi ibu hamil.
“Untuk anak ini sebenarnya sudah kami sasar dari ibu hamilnya. Tidak boleh ada ibu hamil di Kendari yang tidak mengetahui status HIV-nya, karena jika terdeteksi lebih awal, pencegahan penularan saat persalinan bisa dilakukan dan pengobatan langsung diberikan,” kata Elfi.
Ellfi menjelaskan bahwa kendala yang masih dihadapi adalah sebagian ibu hamil, terutama yang berasal dari luar Kota Kendari, enggan atau tidak pernah mengakses layanan kesehatan selama kehamilan.
Untuk mengatasi hambatan tersebut serta menjangkau masyarakat yang tertutup mengenai status kesehatannya, Dinkes Kota Kendari kini mengombinasikan pemeriksaan rutin di fasilitas kesehatan dengan kegiatan penjangkauan langsung (outreach) menggandeng berbagai pihak eksternal.
“Kalau kami dibantu pihak-pihak yang bisa mendekatkan dengan sasaran, pelaksanaan di lapangan akan lebih mudah untuk menemukan kasus lebih cepat,” tambah Ellfi.(ds/Ono)