61 WBP Rutan Kendari Raih Penghargaan Usai Khatam 30 Juz Al-Quran

Listen to this article
Kepala Rutan Kelas IIA Kendari Alviantino saat menyerahkan piagam penghargaan kepada WBP yang berhasil menyelesaikan bacaan 30 Juz Al Quran. (Ist)

 

DINAMIKA SULTRA.COM, JAKARTA – Sebanyak 61 orang Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Rutan Kelas IIA Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), meraih piagam penghargaan setelah berhasil menyelesaikan membaca atau khatam 30 juz Al Quran.

 

Kepala Rutan Kelas IIA Kendari Alviantino saat ditemui di Kendari, Rabu, mengatakan bahwa penyerahan piagam tersebut merupakan bentuk apresiasi atas komitmen dan ketekunan para warga binaan dalam mengikuti program pembinaan kerohanian di lingkungan rutan.

 

“Penyerahan piagam khatam Al Quran ini diberikan kepada 61 orang narapidana sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka dalam membina diri dan mendekatkan diri kepada Tuhan selama masa penahanan,” kata Alviantino.

 

Ia menjelaskan bahwa pembinaan kepribadian berbasis keagamaan menjadi salah satu program unggulan Rutan Kendari untuk membentuk karakter narapidana agar menjadi pribadi yang lebih baik, berakhlak mulia, dan siap kembali diterima oleh masyarakat setelah bebas kelak.

 

Menurut Alviantino, kegiatan tadarus dan pembinaan Al Quran di Rutan Kendari dilaksanakan secara rutin dengan bimbingan petugas pemasyarakatan serta bekerja sama dengan tenaga pengajar keagamaan.

 

 

 

“Diharapkan, pencapaian dari 61 orang narapidana ini dapat menjadi motivasi bagi warga binaan lainnya untuk terus memanfaatkan waktu masa hukuman dengan kegiatan yang positif dan produktif,” ujarnya.

 

Alviantino berharap dengan nilai-nilai yang dipelajari dari Al Quran tidak berhenti saat khatam saja, melainkan dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik selama di dalam rutan maupun saat kembali ke tengah keluarga dan masyarakat.

 

“Saya yakin dan percaya bahwa agama dan keluarga merupakan dua langkah yang paling cepat untuk merubah perilaku dan mindset para warga binaan di dalam,” harapnya.

 

Sementara itu, Kepala Subseksi Pelayanan Tahanan (Kasubsi Yantah) Rutan Kendari Agus Rahman menyampaikan bahwa seluruh proses pembinaan kerohanian ini berjalan secara berkelanjutan dan terstruktur.

 

“Kami terus memfasilitasi kebutuhan pembinaan mental dan spiritual warga binaan secara konsisten. Program ini terbukti membawa dampak positif terhadap perubahan perilaku sehari-hari mereka di dalam Rutan,” tutur Agus.(ds/Ono)

Baca Juga !
Tinggalkan komentar