Kapolresta Kendari Turunkan Tim Selidiki Temuan Uang Palsu di SPBU Puuwatu

Listen to this article
Ilustrasi uang pecahan Rp100 ribu. (Ist)

 

DINAMIKA SULTRA.COM, KENDARI – Kepala Kepolisian Resor Kota (Kapolresta) Kendari Kombes Pol Safi’i Nafsikin menurunkan tim penyidik untuk menyelidiki kasus penemuan uang yang diduga palsu yang digunakan warga saat bertransaksi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Puuwatu, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra).

 

Kapolresta Kendari Kombes Pol Safi’i Nasfikin saat dihubungi di Kendari, Jumat, mengatakan bahwa pihaknya menurunkan tim sebagai bentuk gerak cepat merespons laporan masyarakat terkait dengan peredaran uang tak sah tersebut agar tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat setempat.

 

“Kami telah menurunkan tim untuk melakukan penyelidikan secara mendalam guna mengusut tuntas penemuan ini sekaligus mengidentifikasi pelaku yang sengaja mengedarkan uang diduga palsu tersebut,” kata Safi’i Nafsikin

 

Ia menerangkan bahwa penyidik Polresta Kendari segera berkoordinasi dengan pihak pengelola SPBU untuk mengamankan dan mengamati barang bukti fisik pecahan uang tersebut.

 

“Langkah awal ini penting dilakukan demi menjaga keutuhan petunjuk hukum di lapangan,” ujarnya,

 

Safi’i Nafsikin mengungkapkan jika barang bukti uang yang diduga palsu tersebut akan dibawa ke Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sultra untuk melakukan uji laboratorium serta pengecekan keaslian guna memastikan secara pasti aspek legalitas uang tersebut.

 

Selain menguji barang bukti ke bank sentral, tim penyidik juga menjadwalkan koordinasi teknis bersama pengelola SPBU untuk membuka serta meneliti rekaman kamera pengawas atau closed-circuit television (CCTV) yang terpasang di sekitar area pengisian bahan bakar.

 

“Pemeriksaan rekaman CCTV dilakukan untuk mengidentifikasi wajah, ciri-ciri fisik, hingga kendaraan yang digunakan oleh warga saat membayar transaksi menggunakan uang diduga palsu itu,” ungkap Safi’i Nafsikin.

 

Dia juga mengimbau seluruh pelaku usaha, pengelola SPBU, dan masyarakat di Kota Kendari agar meningkatkan kewaspadaan saat menerima pembayaran uang tunai dari konsumen.

 

Diketahui, uang palsu tersebut pertama kali dilaporkan oleh pegawai SPBU yang menemukan uang yang diduga palsu pecahan 50 ribu.(ds/Ono)

Baca Juga !
Tinggalkan komentar