LPKA Kendari Gandeng SKB Beri Pendidikan Penjaskes untuk Anak Binaan

DINAMIKA SULTRA.COM, KENDARI – Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Kendari menggandeng Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), untuk memberikan Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Olahraga (Penjaskes) yang diikuti oleh seluruh anak binaan di lembaga tersebut.
Kepala LPKA Kelas II Kendari Syahruddin saat ditemui di Kendari, Jumat, mengatakan bahwa program kegiatan olahraga ini merupakan salah satu bentuk pembinaan rutin yang dirancang khusus guna menjaga kebugaran jasmani sekaligus menanamkan kesadaran akan pentingnya menerapkan pola hidup sehat sejak dini bagi anak-anak binaan.
“Dalam kegiatan penjaskes ini, para anak binaan diajak untuk mengikuti serangkaian aktivitas fisik yang dilaksanakan secara terarah, terstruktur, dan tetap menyenangkan. Pendekatan ini penting agar mereka dapat berpartisipasi dengan antusias tanpa merasa terbeban,” kata Syahruddin.
Ia menjelaskan manfaat dari kegiatan penjaskes tidak sekadar terbatas pada aspek kesehatan dan kebugaran tubuh semata. Lebih dari itu, aktivitas olahraga bersama juga menjadi sarana yang sangat efektif untuk menanamkan berbagai nilai karakter positif.
“Seperti tingkat kedisiplinan, semangat kerja sama, kebersamaan, sportivitas, serta rasa tanggung jawab,” ujarnya.
Syahruddin juga mengungkapkan jika sinergi dan kolaborasi yang erat antara LPKA Kelas II Kendari dan SKB Kota Kendari diharapkan dapat terus berjalan berkesinambungan guna mendukung proses pembinaan anak binaan secara optimal.
“Pola pembinaan terpadu ini tidak hanya berfokus pada aspek pendidikan akademik, tetapi juga menyentuh pengembangan fisik, pembentukan karakter mental, hingga peningkatan keterampilan sosial,” ungkap Syahruddin.
Dia menambahkan melalui penyelenggaraan kegiatan penjaskes yang berkesinambungan ini, anak-anak binaan diharapkan dapat tumbuh menjadi pribadi yang semakin aktif, sehat, percaya diri, serta memiliki semangat positif.
“Semua kualitas tersebut menjadi bekal berharga bagi mereka dalam menjalani seluruh rangkaian program pembinaan sebelum nantinya siap kembali dan berbaur secara harmonis di tengah-tengah masyarakat,” tambahnya.(ds/Ono)