Bawaslu Serang Cetak Kader Pengawas Gen Z Kawal Pemilu 2029

Listen to this article
Ketua Bawaslu Kabupaten Serang Furqon. (ds/ANTARA/Desi Purnama Sari)

 

DINAMIKA SULTRA.COM, SERANG – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Serang, Provinsi Banten, mencetak kader pengawas dari kalangan generasi Z (Gen Z) melalui program pendidikan pengawas partisipatif (P2P) 2026 guna mengawal jalannya kontestasi Pemilu 2029.

 

Ketua Bawaslu Kabupaten Serang Furqon, di Serang, Sabtu, mengatakan partisipasi masyarakat untuk menjadi kader pengawas perlu didorong sejak dini karena terwujudnya pemilu yang jujur, adil, dan bermartabat merupakan tanggung jawab bersama.

 

“Program P2P ini digelar untuk mendorong peningkatan pengawasan bagi Pemilu 2029, memperluas jangkauan dengan melibatkan masyarakat, dan menumbuhkan kesadaran kolektif guna memastikan pemilu yang jujur dan adil,” kata Furqon.

 

Dengan mengusung tema “Berfungsi dan Bergerak untuk Pemilu 2029 yang Bermartabat”, kata dia, program P2P tersebut diikuti oleh 25 orang peserta terpilih yang didominasi oleh kalangan anak muda.

 

Koordinator Divisi Pencegahan dan Partisipasi Masyarakat Bawaslu Provinsi Banten Ajat Munajat, menegaskan pengawasan pemilu bukan sekadar tugas penyelenggara, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif dari kelompok sipil (civil society).

 

“Melalui pendidikan pengawas partisipatif ini, kami berharap lahir kader pengawas yang mampu berkontribusi aktif dalam mengawal proses demokrasi di masing-masing daerahnya,” ujarnya.

 

Ajat berharap output dari program pelatihan ini tidak hanya sekadar kegiatan seremonial semata. Ia mendorong adanya aksi nyata dari para peserta dalam menyuarakan isu-isu krusial pencegahan pelanggaran pemilu.

 

“Harapan kami, para alumni dapat membentuk komunitas, memanfaatkan media sosial, serta aktif menyuarakan isu-isu pencegahan, seperti kampanye anti politik uang dan pentingnya netralitas ASN, TNI, maupun Polri,” ujarnya.

 

Sebagai informasi, sebelum mengikuti sesi tatap muka, para peserta P2P telah menjalani tahapan pembelajaran mandiri berbasis audio-visual melalui e-learning. Mereka juga diberi tugas menyusun catatan kritis terhadap berbagai persoalan yang kerap muncul dalam penyelenggaraan pemilu.(ds/Antara)

Baca Juga !
Tinggalkan komentar