BGN RI Resmikan SPPG Lalowaru Konsel yang Layani 2.700 Penerima Manfaat

Listen to this article

 

Wakil Kepala BGN, Mayjen TNI (Purn) Trenggono, saat meresmikan pengoperasional SPPG Lalowaru di Kecamatan Moramo Utara, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara. (Ist)

 

DINAMIKA SULTRA.COM, KONSEL – Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Republik Indonesia Mayjen TNI (Purn) Trenggono meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Lalowaru Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), yang melayani sebanyak 2.700 penerima manfaat.

 

Ia saat ditemui di Konsel, Jumat, mengatakan satu SPPG yang resmi operasi tersebut diproyeksikan memenuhi kebutuhan gizi para pelajar, balita, ibu menyusui dan ibu hamil khususnya di Kecamatan Moramo Utara Kabupaten Konsel.

 

“SPPG ini akan melayani 2.300 siswa atau pelajar dan sekitar 400 kepompok 3B, balita, ibu menyusui dan ibu hamil. Jadi total sekitar 2.700 orang,” ucap Trenggono.

 

Ia menyampaikan peresmian satu SPPG itu sebagai upaya pemerintah memenuhi kebutuhan gizi masyarakat utamanya yang wilayahnya berada di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

 

Trenggono menambahkan langkah itu merupakan upaya BGN menyediakan makan bergizi untuk kabupaten dan kota di wilayah timur Indonesia, yang prevalensi angka kekurangan gizi (stunting) tinggi dengan kisaran 20-30 persen, utamanya balita dan anak-anak.

 

“Tentunya dengan beroperasinya SPPG ini tadi kami melihat antusias pelajar dan masyarakat yang memang menginginkan daerah ini juga ada MBG,” ujarnya.

 

Trenggono menjelaskan BGN akan terus memperluas cakupan MBG dengan membangun fasilitas SPPG utamanya daerah yan aksesnya jauh dari perkotaan. Pembangunan SPPG di wilayah 3T tersebut, akan didata secara khusus melihat kondisi lingkungan untuk mempermudah jangkauan operasional pelayanan.

 

“Tentunya kami berharap kerja sama semua pihak dengan pemerintah daerah agar bisa bersama-sama mengawasi program MBG ini,” jelasnya.

 

Trenggono mengungkapkan agar operasional SPPG utamanya kesediaan bahan baku pangan menggunakan usaha-usaha kecil di lingkungan sekitar SPPG. Tujuannya agar layanan itu membawa dampak ekonomi masyarakat.

 

“Relawan dan bahan bakunya mulai dari daging, telur, sayuran harus diambil di usaha kecil hasil pertanian atau peternakan di sekitar SPPG,” ungkap Trenggono.

 

SPPG Lalowaru dioperasikan oleh 47 relawan dan menjadi SPPG pertama yang dibangun di Kecamatan Moramo Utara, Konawe Selatan.(ds/Ono)

#sulawesitenggaraBGN RIKonawe SelatanSPPG
Comments (0)
Add Comment