Sultra Terapkan E-Retribusi Pelabuhan Cegah Kebocoran PAD

DINAMIKA SULTRA.COM, KENDARI – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) menerapkan sistem e-Retribusi Pelabuhan guna mencegah potensi kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus meningkatkan transparansi penerimaan sektor perhubungan laut.
Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) yang juga Kepala Dinas Perhubungan Sultra Muhammad Fadlansyah saat dihubungi di Kendari, Sabtu, mengatakan bahwa inovasi pembayaran nontunai tersebut menjadi salah satu dari lima aplikasi digital yang dihadirkan Dinas Perhubungan (Dishub) Sultra dalam mewujudkan tata kelola keuangan dan pelayanan publik yang akuntabel.
Ia menyampaikan bahwa digitalisasi sektor perhubungan diarahkan untuk memberikan kepastian dan efisiensi, baik bagi pemerintah daerah maupun pelaku usaha.
“Pemanfaatan teknologi ini merupakan upaya nyata untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik agar semakin cepat, mudah, transparan, efektif, dan memberikan kepastian bagi masyarakat serta para pelaku usaha,” kata Muhammad Fadlansyah.
Dia menyebutkan bahwa selain E-Retribusi Pelabuhan, Dishub Sultra juga meluncurkan Sistem Informasi Pelayanan Sewa Lahan atau Bangunan (SILABANG), Sistem Informasi Rekanan Langsung (SIRAL), Sistem Informasi Pelayanan Operator Kapal (SIP-OK), serta E-Retribusi Parkir.
“Melalui penerapan E-Retribusi Pelabuhan, transaksi pembayaran retribusi jasa pelabuhan kini terintegrasi secara langsung ke kas daerah. Hal ini mereduksi potensi penyimpangan transaksi manual dan mengoptimalkan penyerapan penerimaan daerah,” ujarnya.
Muhammad Fadlansyah mengimbau seluruh pengguna jasa pelabuhan, jajaran aparatur sipil negara (ASN), dan mitra kerja untuk memanfaatkan serta mendukung keberlanjutan sistem digital tersebut.
“Keberhasilan sebuah inovasi tidak hanya ditentukan oleh sistem yang dibangun, tetapi juga oleh komitmen kita bersama dalam menggunakannya secara optimal dan berkelanjutan,” sebutnya.
Ia menekankan, integrasi layanan digital diharapkan terus bertransformasi menjadi budaya kerja pemerintahan yang modern dan terpercaya demi mendorong daya saing daerah.
“Mari kita jadikan inovasi sebagai budaya kerja demi mendukung terwujudnya Sulawesi Tenggara yang maju, aman, sejahtera, dan berdaya saing,” tambah Muhammad Fadlansyah.(ds/Ono)